The Coastal Atelier, Saat Akhir Pekan Dirayakan Lewat Sajian

Ragam cita rasa, teknik, dan sajian dari berbagai tradisi kuliner bertemu dalam satu meja, menghadirkan rangkaian Sunday Brunch The Coastal Atelier yang memadukan karakter kuliner Prancis, Indonesia, dan Nordik.
TOP VIEW COASTAL ATELIER BRUNCH 2
Pilihan hidangan The Coastal Atelier, InterContinental Jakarta Pondok Indah

The Coastal Atelier menggabungkan karakter dari tiga tradisi kuliner yang menggabungkan teknik dan hidangan klasik Prancis, cita rasa Indonesia, serta inspirasi dari tradisi kuliner Nordik. Pertemuan tersebut menjadi dasar penyusunan menu yang menghubungkan bahan, teknik, dan cara penyajian dari latar kuliner yang berbeda.

Rumah makan tersebut hadir sebagai bagian dari Sunday Brunch Edition mulai 23 Agustus 2026 di InterContinental Jakarta Pondok Indah. Konsep ini tidak hanya memperkenalkan rangkaian menu baru, tetapi juga mengembangkan gagasan tentang makan bersama sebagai waktu untuk memperlambat aktivitas, menikmati sajian, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang di sekitar meja.

Sebuah Meja yang Mempertemukan Tradisi

Beef Short Ribs Satay Maranggi
Beef Short Ribs Satay Maranggi

Rangkaian sajian dimulai dengan Pass-around Canapés yang menghadirkan Herbs Escargot dan Lobster Thermidor. Herbs Escargot menggunakan escargot yang dipanggang dalam mentega rempah, sementara Lobster Thermidor menyajikan lobster dengan krim Cognac dan Gruyère sebelum dipanggang hingga berwarna keemasan. Kedua hidangan tersebut memperkenalkan pengaruh kuliner Prancis sebagai bagian awal dari rangkaian The Coastal Atelier.

Advertisement

Perbedaan tradisi tidak hadir sebagai elemen yang berdiri sendiri. The Coastal Atelier menempatkannya dalam satu rangkaian yang membawa pengunjung dari satu karakter rasa ke karakter lainnya, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah menu Sunday Brunch dapat menjadi ruang pertemuan berbagai pengaruh kuliner.

Ketika Mangut Disajikan dengan Pendekatan Berbeda

Warisan kuliner Indonesia mendapatkan ruang melalui Mangut Ikan Kod dengan asap kelapa, hidangan yang mengambil inspirasi dari cita rasa tradisional Mangut. Dalam sajian ini, kod dimasak perlahan dalam kari kelapa yang lembut, kemudian ditempatkan di bawah Glass Cloche berisi asap kelapa aromatik.

Penyajiannya berlangsung melalui Gueridon Service, ketika chef menyiapkan hidangan langsung di sisi meja. Saat cloche diangkat, aroma kelapa panggang dilepaskan ke area meja dan menjadi bagian dari proses penyajian. Pendekatan tersebut menggabungkan cita rasa Mangut dengan teknik penyajian kontemporer, sekaligus menempatkan tradisi Indonesia sebagai salah satu elemen utama dalam konsep The Coastal Atelier.

Saat Beragam Rasa Bertemu

Rangkaian The Coastal Atelier juga menghadirkan tiga pilihan moktail sebagai pendamping sajian brunch. Azure Citrus hadir dengan karakter citrus, Tide & Green memadukan unsur herbal, sementara Golden Shore menawarkan profil rasa yang lebih hangat. Ketiganya melengkapi pilihan minuman dalam Sunday Brunch dengan karakter yang berbeda.

Keseluruhan rangkaian hadir melalui Canapé, hidangan yang disajikan langsung di meja, pilihan sandwich, buffet hingga moktail. Beragam sajian tersebut menyatukan teknik, bahan, dan karakter kuliner dari latar tradisi yang berbeda dalam satu meja. Melalui susunan menu tersebut, The Coastal Atelier menghadirkan cara untuk merayakan akhir pekan lewat sajian.

Teks: Cut Rashya Zebina L. Shiddiqie

Editor: Akib Aryo Utomo

Previous Post
yayoi (1)

Lini Masa Yayoi Kusama: Kawin Silang Seni & Mode

Next Post
MINA SK-II (4)

SK-II Facial Treatment Serum: Mengunci Tampilan Kulit Awet Muda

Advertisement
Sign in