Dapur Bali Mula: Darma Dalam Hidangan, Sesaji Dalam Sajian
Rizman Ruzaini Hadirkan “Lemari Nyonya”, Merayakan Gaya Peranakan Malaka di KLFW 2026

Rizman Ruzaini Hadirkan “Lemari Nyonya”, Merayakan Gaya Peranakan Malaka di KLFW 2026

Membawa warna cerah, velvet, dan beads, Rizman Ruzaini menerjemahkan karakter Chinese Peranakan Malaka lewat koleksi Lemari Nyonya
RIZMAN (3)

Rizman Ruzaini membawa warisan Chinese Peranakan Malaka ke panggung Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW) 2026 melalui koleksi Lemari Nyonya. Terinspirasi dari kehidupan masyarakat Peranakan di Malaka, koleksi ini mengeksplorasi warna-warna cerah, ornamen bunga, serta permainan payet yang diterjemahkan ke dalam siluet khas Rizman.

Lemari Nyonya sekaligus menjadi momen bagi Rizman untuk keluar dari zona nyamannya. Setelah bertahun-tahun banyak menggunakan warna gelap, termasuk hitam, kali ini sang desainer justru memenuhi koleksinya dengan palet kuning, oranye, pink, fuchsia, hingga merah.

Merayakan Nyonya Peranakan

RIZMAN (4)

Malaka menjadi titik berangkat koleksi karena kawasan ini memiliki sejarah panjang dengan komunitas Chinese Peranakan. Karakter budaya tersebut kemudian diterjemahkan Rizman melalui busana yang terasa dekoratif dan penuh warna, membayangkan sosok nyonya yang gemar menghadiri berbagai pesta dan perayaan.

Advertisement

Motif bunga menjadi salah satu elemen yang paling menonjol. Dibentuk melalui susunan beads atau mote, motif tersebut memberikan sentuhan dekoratif sekaligus merujuk pada kekayaan ornamen yang lekat dengan estetika Peranakan.

Nama Lemari Nyonya sendiri menggambarkan isi wardrobe seorang nyonya Peranakan: busana-busana penuh warna yang disiapkan untuk berbagai kesempatan, terutama ketika menghadiri acara dan perayaan.

Warna dan Kilau yang Selaras

RIZMAN (5)

Eksplorasi warna tidak hanya terlihat pada material utama. Rizman juga memperhatikan bagaimana setiap embellishment merespons cahaya.

Beads yang digunakan pada koleksi ini dipilih dan disesuaikan dengan warna serta karakter material busana. Ketika terkena sorotan cahaya, kilaunya menghasilkan pantulan yang tetap berada dalam spektrum warna pakaian. Efek tersebut membuat permukaan busana terlihat berlapis tanpa terasa terpisah dari keseluruhan desain.

Hasilnya adalah permainan cahaya yang berubah mengikuti gerak tubuh, sekaligus memperkuat karakter busana untuk suasana pesta.

Velvet dan Siluet Berstruktur

RIZMAN

Dari sisi material, velvet menjadi salah satu pilihan utama Rizman. Material yang cenderung tebal ini membantu menciptakan struktur pada busana, menghasilkan siluet yang tegas sekaligus memberikan kesan mewah.

Blazer dan dress berstruktur hadir sebagai beberapa bentuk utama dalam koleksi. Namun, Rizman tidak hanya memikirkan tampilan untuk satu kesempatan. Sejumlah pieces dirancang agar dapat dikenakan secara terpisah dan dipadukan kembali, membuat busana occasion memiliki kemungkinan penggunaan yang lebih luas dalam wardrobe sehari-hari.

Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara busana pesta dan wardrobe yang lebih fungsional.

Rizman Ruzaini Lebih Berwarna

RIZMAN (2)

Yang paling terasa dari Lemari Nyonya adalah keberanian Rizman Ruzaini meninggalkan dominasi warna gelap. Tidak ditemukan warna hitam yang biasanya dapat menjadi bagian dari identitas visualnya. Sebagai gantinya, warna kuning, oranye, pink, fuchsia, dan merah mengambil alih koleksi.

Palet tersebut berpadu dengan velvet berstruktur, motif bunga dari beads, serta permainan kilau yang dirancang mengikuti warna masing-masing busana. Semuanya mengarah pada satu gambaran: sosok nyonya Peranakan yang berpakaian untuk merayakan kehidupan.

Lewat Lemari Nyonya di KLFW 2026, Rizman Ruzaini mempertemukan kekayaan visual Chinese Peranakan Malaka dengan pendekatan couture yang selama ini menjadi cirinya. Sebuah koleksi yang tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga menandai keberanian sang desainer untuk kembali bermain dengan warna.

Photo Credit: Dok. Syed Abdullah Albar

Previous Post
Dapur Bali Mula menjadi pustaka Chef Jero Yudhi untuk mengarsipkan tradisi kuliner Bali. Foto: Akib Aryo Utomo/DEWI.

Dapur Bali Mula: Darma Dalam Hidangan, Sesaji Dalam Sajian

Advertisement
Sign in