
Perempuan mengalami perubahan tubuh dalam berbagai tahap kehidupan, dari siklus hormonal bulanan, kehamilan, melahirkan, hingga masa pemulihan setelah persalinan. Kebutuhan untuk merawat tubuh pun dapat berubah mengikuti setiap fase tersebut. Perspektif inilah yang menjadi salah satu latar belakang kehadiran EVERBODY, lini wellness terbaru dari EVER yang diperkenalkan di EVER House Darmawangsa.
“EVERBODY ini didirikan pada 2024, karena keresahan saya sebagai perempuan, dan melihat bahwa hidup perempuan itu melalui banyak musim, ya. Waktu saya mulai mendirikan EVERBODY saya baru melahirkan dan baru melaksanakan beberapa procedure,” jelasnya.
Dari pengalaman tersebut, lanjutnya, lymphatic massage dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian perawatan tubuh yang dirancang untuk berbagai kebutuhan perempuan, termasuk selama kehamilan hingga setelah melahirkan.
Lymphatic Massage untuk Mengikuti Perubahan Tubuh Perempuan

Menurut Ria, salah satu hal yang membuat lymphatic massage semakin banyak diperbincangkan adalah cara treatment ini bekerja pada sistem limfatik. Berbeda dengan sistem peredaran darah yang memiliki jantung sebagai pompa, sistem limfatik tidak memiliki organ pompa yang serupa. Pergerakan tubuh menjadi salah satu faktor yang membantu aliran limfatik.
“Sistem limfatik ini yang bertanggung jawab atas peredaran cairan di dalam tubuh. Dia juga berperan sebagai menjaga sistem imun tubuh kita,” jelas Ria.
Pengalaman tubuh yang terasa bengkak atau lebih penuh pada waktu tertentu juga menjadi bagian dari kebutuhan yang ingin dijawab melalui treatment tersebut. Ria mencontohkan kondisi ketika seseorang merasa wajah tampak lebih sembap setelah bangun tidur atau tubuh terasa kembung. Dalam penjelasannya, lymphatic massage digunakan untuk membantu pergerakan cairan melalui teknik pijat tertentu. Namun, treatment ini tetap ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman wellness dan perawatan tubuh, bukan pengganti penanganan medis ketika pembengkakan atau keluhan tubuh membutuhkan pemeriksaan profesional.
Dari Kehamilan hingga Pascamelahirkan, Perawatan yang Dipersonalisasi

Pengalaman Ria selama kehamilan dan pascamelahirkan menjadi salah satu inspirasi dalam mengembangkan menu EVERBODY. Ia memperlihatkan perbandingan kondisi tubuhnya saat mengandung anak pertama dan anak kedua. Pada kehamilan pertama, Ria mengaku mengalami kenaikan berat badan hingga 22 kilogram dan belum mengenal lymphatic massage.
“You can see, my nose is very big, my face is very puffy. Tapi di kehamilan saya yang kedua ini, saya sudah punya EVERBODY,” tuturnya. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pendekatan treatment yang mempertimbangkan kebutuhan tubuh pada fase yang berbeda, termasuk prenatal dan post-natal.
Saat ini, EVERBODY menawarkan enam kategori treatment dengan pilihan yang mencakup Signature Lymphatic Ritual, Wood Scalp Ritual, dan Zen Lift Ritual. Signature Lymphatic Ritual menjadi treatment dasar berupa pijat seluruh tubuh selama 90 atau 120 menit.
“Saya sarankan jangan langsung mencoba yang Wood Scalp Ritual. Mulai dengan Signature Lymphatic Ritual, ini yang mendasar,” kata Ria.
Pada sesi pertama, kondisi tubuh akan diperiksa oleh terapis untuk menentukan area yang perlu mendapatkan perhatian sebelum treatment lain dipilih. Pendekatan tersebut menempatkan personalisasi sebagai bagian dari pengalaman, dengan durasi dan kombinasi treatment yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan setiap klien.
Wellness sebagai Ruang untuk Memperlambat Ritme
Kehadiran EVERBODY menjadi bagian dari konsep yang lebih luas di EVER House Darmawangsa. Berbeda dengan gerai di dalam pusat perbelanjaan, bangunan berbentuk rumah tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif.
“Harapannya kalau di EVER House Darmawangsa sendiri klien kami bisa me-treat tempat itu sebagai a sanctuary, di mana mereka bisa take a rest, slow down among the busyness of their lives,” ujar Yuli Nyoto, Founder EVER. Ruang tersebut dirancang agar pengunjung tidak perlu terburu-buru menyelesaikan ritual perawatan, bahkan dapat menghabiskan waktu setelah treatment selesai.
Konsep tersebut juga diperkuat melalui 7.8 (Seven Point Eight), sebuah neuro-acoustic sound system yang digunakan untuk mendukung suasana fokus, relaksasi, atau istirahat yang lebih dalam. Pengalaman treatment dapat dinikmati secara individual maupun melalui konsep multi-treatment, dengan personalisasi, detail, kebersihan diri, dan inovasi sebagai bagian dari standar layanan EVER.
Di sisi lain, aspek expertise di EVER pun dibangun melalui sistem pelatihan khusus. Yuli menjelaskan bahwa terapis atau talent ditempatkan sebagai spesialis pada kategori treatment masing-masing.

“Terapis di EVER dilatih untuk fokus mengerjakan satu hal. Jadi keahliannya terarah pada treatment tertentu: yang handle lashes itu nggak dicampur dengan yang pegang brows atau wax atau nails” ujarnya mengenai pendekatan pelatihan EVER.
Perawatan tubuh perempuan terus berkembang mengikuti pemahaman bahwa kebutuhan tubuh dapat berubah dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya. Dari kehamilan dan masa setelah melahirkan hingga rutinitas wellness sehari-hari, pendekatan seperti yang ditawarkan EVERBODY memperlihatkan bagaimana ritual self-care dapat dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman tubuh perempuan secara lebih personal.