
Hotel legendaris di Jalan Asia Afrika ini resmi bergabung dengan Tribute Portfolio pada 5 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi debut pertama Tribute Portfolio di Jawa Barat. Langkah ini membawa Grand Hotel Preanger ke dalam jaringan hotel independen Marriott Bonvoy.
Namun, cerita Grand Hotel Preanger tidak dimulai hari ini. Hotel ini pertama kali dibuka pada 1897. Selama lebih dari satu abad, bangunannya menjadi bagian dari perjalanan Bandung. Kini, warisan tersebut hadir kembali melalui filosofi Heritage, Reimagined.
Art Deco dengan Jejak Sejarah

Salah satu daya tarik Grand Hotel Preanger Bandung adalah arsitekturnya. Bangunan ini didesain ulang pada 1929 oleh arsitek Belanda C.P. Wolff Schoemaker. Desain tersebut juga mendapat sentuhan dari Soekarno yang saat itu merupakan murid Schoemaker.
Hingga kini, hotel ini dikenal sebagai salah satu contoh Tropical Art Deco yang ikonik di Indonesia. Elemen sejarahnya tetap dipertahankan dengan cermat. Interiornya kemudian dilengkapi kerajinan lokal dan kenyamanan modern.
188 Kamar dengan Karakter Bandung

Grand Hotel Preanger menawarkan 188 kamar dan suite dengan luas mulai dari 32 meter persegi. Setiap ruang menggabungkan elemen Art Deco dengan sentuhan desain kontemporer.
Selain itu, penggunaan tekstur hangat dan detail yang presisi menjaga kesan elegan di dalam kamar. Fasilitas modern pun melengkapinya agar tetap nyaman bagi kebutuhan wisatawan saat ini.
Menariknya, suasana bersejarah tetap terasa tanpa membuat kamar tampil seperti ruang museum. Justru, warisan masa lalu berpadu secara lebih ringan dengan kenyamanan masa kini.
Cita Rasa Bandung di Meja Makan

Tak hanya menawarkan pengalaman menginap, Grand Hotel Preanger juga membawa karakter Bandung ke dalam pilihan kulinernya. Huis Van Preanger, restoran yang beroperasi sepanjang hari, menyajikan hidangan internasional, masakan Indonesia, serta cita rasa khas Jawa Barat.
Sementara itu, Dutch Corner menghadirkan sajian bergaya Belanda yang terinspirasi dari hubungan panjang antara kuliner Indonesia dan Belanda. Konsep ini menjadi salah satu cara hotel merayakan lapisan sejarah yang melekat pada properti.
Untuk suasana yang lebih santai, The Saloon Lounge menawarkan kopi lokal dan Afternoon Tea. Lebih dari itu, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan musik Sunda dan jazz secara langsung.
Menjelajah dari Jantung Sejarahnya

Dari Jalan Asia Afrika, Bandung seolah punya cara sendiri untuk membuka ceritanya. Jalan Braga, Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika, hingga Alun-Alun Bandung berada di sekitar hotel, membuat tamu dapat menikmati sisi sejarah dan keseharian kota dalam satu perjalanan.
Di tengah Bandung yang terus berubah, Grand Hotel Preanger memilih untuk tetap membawa masa lalunya sebagai bagian dari pengalaman hari ini. Bersama Tribute Portfolio, hotel ini menawarkan cara yang lebih dekat untuk menikmati Bandung, melalui arsitektur, cita rasa, dan cerita yang telah melekat di dalamnya selama lebih dari satu abad.
Teks: Cut Rashya Z.L Shiddiqie
Editor: Akib Aryo Utomo