Hian Tjen untuk DEWI Fashion Knights 2026: Interpretasi Baru Kebaya melalui Koleksi "Anyar"
Studio Jeje Homme untuk DEWI Fashion Knights 2026: Wahyu Keprabon, Dialog Tradisi Jawa dan Tailoring Eropa

Studio Jeje Homme untuk DEWI Fashion Knights 2026: Wahyu Keprabon, Dialog Tradisi Jawa dan Tailoring Eropa

Untuk pertama kalinya, STUDIO JEJE memperluas eksplorasi kreatifnya ke ranah menswear melalui Wahyu Keprabon di DEWI Fashion Knights 2026.
3
STUDIO JEJE HOMME mempertemukan tradisi Jawa dan tailoring Eropa dalam interpretasi busana pria yang mengangkat makna kewibawaan, martabat, dan keanggunan.

Untuk pertama kalinya, STUDIO JEJE memperluas eksplorasi kreatifnya ke ranah menswear melalui koleksi bertajuk Wahyu Keprabon, yang dipresentasikan di Museum Nasional Indonesia dalam rangkaian DEWI Fashion Knights (DFK) 2026, Jakarta Fashion Week 2027. Menghadirkan 12 tampilan, koleksi ini menelusuri perjumpaan budaya Jawa dan Eropa pada masa kolonial, dengan menyoroti bagaimana pertukaran budaya turut membentuk cara berpakaian, selera, hierarki, hingga pemaknaan status sosial.

Gagasan tersebut berangkat dari kunjungan Angelita Nurhadi, pendiri jenama ini, ke Rijksmuseum Amsterdam. Pengalaman itu membuka perspektif untuk membaca sejarah kolonial melalui sisi yang lebih personal, yakni pengaruhnya terhadap perkembangan estetika dan busana. Alih-alih berhenti pada narasi politik dan perdagangan, Angelita mengolah perjumpaan dua kebudayaan tersebut menjadi titik awal untuk menafsirkan kembali karakter menswear klasik melalui sudut pandang STUDIO JEJE.

Nama Wahyu Keprabon sendiri merujuk pada konsep Jawa tentang anugerah ilahi yang diyakini memberikan legitimasi, kewibawaan, dan keagungan kepada seseorang yang terpilih untuk memegang kekuasaan. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam gagasan tentang martabat dan keanggunan yang diwariskan. Dalam interpretasi STUDIO JEJE, kebangsawanan tidak semata-mata ditentukan oleh kedudukan, melainkan tercermin melalui pembawaan, karakter, dan kehadiran seseorang.

Advertisement

Eksplorasi ini diwujudkan melalui pendekatan tailoring klasik dengan siluet, proporsi, dan detail yang diolah kembali tanpa meninggalkan struktur serta disiplin jahitan tradisional. STUDIO JEJE menggandeng Bie Hin Tailor, rumah jahit dengan sejarah yang berakar sejak 1930, untuk mempertemukan visi kontemporer dengan tradisi craftsmanship lintas generasi. Kolaborasi tersebut menjadi dialog antara pengetahuan yang diwariskan dan interpretasi baru dalam busana pria.

Kain setelan klasik bergaya Barat, seperti herringbone dan pinstripe, dipadukan dengan warna-warna permata yang lekat dengan kebangsawanan Jawa, termasuk marun pekat dan olive. Kekayaan tekstur, bordir rumit, ornamen, serta detail tiga dimensi mempertegas karakter setiap tampilan. Melalui Wahyu Keprabon, STUDIO JEJE mengajak kita melihat warisan sebagai sesuatu yang terus bergerak: diterima, ditafsirkan, lalu dibawa menuju masa depan. Sebab, koleksi ini tidak berbicara tentang bagaimana seorang pria terlihat seperti raja, melainkan tentang karakter dan pembawaan yang membuatnya memiliki kewibawaan.

***

Presentasi STUDIO JEJE HOMME ini menjadi bagian dari DEWI Fashion Knights 2026, perhelatan tahunan Majalah DEWI yang tahun ini menandai perjalanan 35 tahun dalam mendokumentasikan perkembangan gaya hidup, budaya, dan mode Indonesia. Dalam presentasi yang menyerupai instalasi seni hidup, busana rancangan Angelita Nurhadi ini dihadirkan sebagai karya yang mengisi ruang, mengundang pengunjung untuk mengamati karakter desain, permainan material, serta detail yang membentuk identitas setiap rancangan.

Dihelat di Museum Nasional Indonesia pada 2 November 2026 sebagai salah satu momen puncak sekaligus penutup Jakarta Fashion Week 2027, DFK menghadirkan lima desainer dan label terpilih melalui tiga format presentasi, yakni runway, pameran, dan living mannequin. Melalui kurasi tim editorial DEWI bersama panel pakar mode, perhelatan ini memberikan apresiasi kepada para ksatria mode Indonesia atas visi kreatif, keunggulan keterampilan, karakter estetika, serta kontribusi mereka bagi perkembangan industri mode nasional.

Previous Post
2

Hian Tjen untuk DEWI Fashion Knights 2026: Interpretasi Baru Kebaya melalui Koleksi "Anyar"

Advertisement
Sign in