ANW untuk DEWI Fashion Knights 2026: Eksplorasi Cahaya, Refleksi, dan Bayangan

1
Bagaimana cahaya mengubah cara kita memandang sebuah objek? Pertanyaan tersebut diterjemahkan ANW melalui The Study of Light, Refraction, and Shadow. Menggabungkan manipulasi kain, teknik cyanotype, bordir, dan ornamen kaca daur ulang, koleksi ini memperlihatkan eksplorasi material yang berpadu dengan karakter konstruksi khas ANW.

Cahaya memiliki cara tersendiri dalam memperlihatkan keindahan. Ia membias ketika menyentuh permukaan kaca, berbelok saat melewati material transparan, lalu meninggalkan jejak dalam bentuk bayangan. Pengamatan terhadap pertemuan-pertemuan singkat inilah yang menjadi titik berangkat ANW melalui koleksi The Study of Light, Refraction, and Shadow, yang dipresentasikan dalam DEWI Fashion Knights 2026. Sebuah eksplorasi tentang bagaimana material dapat menangkap, membiaskan, sekaligus mengubah cara mata memandang sebuah objek.

Koleksi ini melanjutkan pendekatan khas ANW dalam konstruksi diagonal dan manipulasi kain. Potongan miring, lipatan yang terkumpul, serta draperi asimetris membentuk siluet yang terasa cair dan dinamis. Lapisan organza, tulle, dan mesh menghadirkan tingkat transparansi yang berbeda, menciptakan permainan antara bagian yang terlihat dan yang tersembunyi. Satu lapisan seolah membuka pandangan, sementara lapisan lainnya membatasi apa yang dapat ditangkap mata. Hasilnya adalah busana yang terus memperlihatkan karakter berbeda bergantung pada sudut pandang dan jatuhnya cahaya.

Motif bunga yang menjadi ciri khas ANW turut diinterpretasikan kembali melalui teknik bordir, cetak cyanotype, dan penggunaan kaca daur ulang. Untuk elemen terakhir, ANW berkolaborasi dengan seniman kaca asal Yogyakarta, Ivan Bestari, dalam mengembangkan ornamen floral dari material kaca daur ulang. Elemen tersebut dihadirkan sebagai kancing dan pengikat, dirangkai pada bagian pinggang, hingga menjuntai di punggung atasan berpotongan halter neck. Permukaan kaca menangkap dan membiaskan cahaya, menghadirkan kilau, warna, serta bayangan yang kontras dengan karakter busana yang transparan.

Advertisement

Jejak koleksi terdahulu juga disertakan sebagai bagian dari eksplorasi ini. Sebuah gaun hitam tanpa tali dirangkai dari panel kain yang diselamatkan dari koleksi ANW sebelumnya, mempertemukan tekstur velour dan velvet. Sementara itu, atasan slanted tank khas label ini dipadukan dengan sarong bercetak cyanotype bernuansa indigo, yang tampak samar melalui lapisan tulle hitam. Material lama memperoleh konteks baru, sementara teknik yang telah menjadi identitas ANW terus dikembangkan.

Melalui presentasi dalam bentuk living mannequin, permainan cahaya, transparansi, dan tekstur tersebut memperoleh dimensi yang semakin terasa. Gerak tubuh menghadirkan perubahan pada pantulan kaca, jatuhnya kain, serta bayangan yang terbentuk di permukaan busana. Seperti cahaya yang hanya memperlihatkan kilau dalam sekejap atau refleksi yang berubah mengikuti gerakan, ANW merayakan keindahan dari sesuatu yang tidak pernah sepenuhnya menetap. Sebuah pengingat bahwa apa yang terlihat terkadang justru menjadi menarik karena selalu menyisakan ruang untuk ditafsirkan.

***

Presentasi ANW menjadi bagian dari DEWI Fashion Knights 2026, perhelatan tahunan Majalah DEWI yang tahun ini menandai perjalanan 35 tahun dalam mendokumentasikan perkembangan gaya hidup, budaya, dan mode Indonesia. Mengambil pendekatan layaknya sebuah pameran, setiap busana dari jenama besutan Astrid Nadia Wiradinata dan Ilaine Prasetyo dihadirkan sebagai objek apresiasi yang dapat diamati dari dekat, memberi perhatian pada bentuk, tekstur, dan detail rancangan dalam ruang yang dikurasi secara artistik.

Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia pada 2 November 2026 sebagai salah satu momen puncak sekaligus penutup Jakarta Fashion Week 2027, DFK menghadirkan lima desainer dan label terpilih melalui tiga format presentasi, yakni runway, pameran, dan living mannequin. Melalui kurasi tim editorial DEWI bersama panel pakar mode, perhelatan ini memberikan apresiasi kepada para ksatria mode Indonesia atas visi kreatif, keunggulan keterampilan, karakter estetika, serta kontribusi mereka bagi perkembangan industri mode nasional.

Previous Post
4

STELLARISSA untuk DEWI Fashion Knights 2026: "Mother Earth", Merayakan Keindahan dan Kerapuhan Alam

Next Post
2

Hian Tjen untuk DEWI Fashion Knights 2026: Interpretasi Baru Kebaya melalui Koleksi "Anyar"

Advertisement
Sign in