Sebastian Gunawan Signature untuk DEWI Fashion Knights 2026: “Laras Rupa”, Merayakan Keindahan Kain Nusantara

Sebastian Gunawan Signature hadirkan "Laras Rupa", interpretasi kontemporer kain Nusantara di DEWI Fashion Knights 2026
5
Koleksi bertajuk “Laras Rupa” mengangkat gagasan tentang harmoni antara warisan budaya, masa lalu, dan ekspresi perempuan modern.

Kain Nusantara menyimpan kekayaan tradisi, nilai, dan estetika yang terus menemukan relevansinya dalam perkembangan mode Indonesia. Melalui Laras Rupa, Sebastian Gunawan Signature mengangkat warisan tekstil tersebut ke dalam perspektif berbusana kontemporer. Dipresentasikan di DEWI Fashion Knights 2026, koleksi ini mengeksplorasi hubungan antara tradisi dan modernitas, sekaligus memperlihatkan bagaimana kekayaan kain Indonesia dapat terus berkembang melalui interpretasi generasi masa kini.

Bersama Cristina Panarese, Sebastian mengembangkan Laras Rupa sebagai gagasan tentang keindahan yang tercipta melalui keselarasan antara warisan dan perubahan, masa lalu dan masa kini, serta nilai tradisi dan ekspresi perempuan modern. “Laras Rupa adalah sebuah gagasan tentang keindahan yang tercipta melalui keselarasan antara warisan dan perubahan itu sendiri. Antara masa lalu dan masa kini, serta di antara nilai tradisi dan ekspresi perempuan modern,” ungkap Sebastian. Pemikiran tersebut menjadi landasan bagi koleksi yang menempatkan warisan budaya sebagai titik berangkat untuk menciptakan perspektif baru dalam berbusana.

Ditemui DEWI jelang fashion show, sang perancang menyebut bahwa nama Laras Rupa merangkum dua konsep yang saling melengkapi. Laras merujuk pada harmoni dan keseimbangan, sementara Rupa menggambarkan wujud serta bentuk keindahan. Bagi Sebastian, keduanya membentuk keselarasan sebagaimana rangkaian nada berbeda yang tersusun menjadi sebuah komposisi. Setiap elemen memiliki karakter tersendiri, tetapi tetap dapat berpadu dalam satu kesatuan.

Advertisement

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan perubahan cara generasi baru memandang dan mengapresiasi budaya. Nilai tradisi yang diwariskan tidak selalu diterima dalam bentuk yang sama, sebab setiap generasi memiliki karakter, pengalaman, dan interpretasinya sendiri. “Seperti sebuah harmoni yang tersusun dari nada-nada berbeda, generasi baru memberikan warna dan interpretasinya sendiri,” jelas Sebastian.

Perubahan, menurutnya menjadi bagian dari proses keberlanjutan budaya, ketika warisan yang telah ada memperoleh pemaknaan baru tanpa kehilangan keterhubungannya dengan masa lalu. Kain Nusantara pun menjadi medium untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam busana. Tekstil tradisional dipadukan dengan beragam elemen yang menghadirkan perspektif berbeda dalam berpakaian. Kain tidak ditempatkan semata sebagai unsur dekoratif, tetapi menjadi bagian dari ekspresi yang memungkinkan perempuan mengenali dan menampilkan karakter personalnya. Melalui perpaduan tersebut, warisan tekstil memperoleh ruang untuk hadir dalam gaya yang relevan dengan kehidupan perempuan masa kini.

“Seperti sebuah harmoni yang tersusun dari nada-nada berbeda, tetapi generasi baru memberikan warna dan interpretasinya sendiri,” imbuhnya.

Keseluruhan tampilan dilengkapi aksesori dari Gelap Ruang Jiwa yang turut menyempurnakan presentasi koleksi. Kehadirannya melengkapi eksplorasi visual Laras Rupa, sekaligus memperkuat kesatuan antara busana dan elemen pendukungnya.

***

Presentasi Sebastian Gunawan Signature bertajuk Laras Rupa merupakan bagian dari DEWI Fashion Knights 2026, perhelatan tahunan Majalah DEWI yang tahun ini menandai perjalanan 35 tahun dalam mendokumentasikan perkembangan gaya hidup, budaya, dan mode Indonesia. Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia pada 2 November 2026 sebagai salah satu momen puncak sekaligus penutup Jakarta Fashion Week 2027, DFK menghadirkan lima desainer dan label terpilih melalui tiga format presentasi, yakni runway, pameran, dan living mannequin. Melalui kurasi tim editorial DEWI bersama panel pakar mode, perhelatan ini memberikan apresiasi kepada para ksatria mode Indonesia atas visi kreatif, keunggulan keterampilan, karakter estetika, serta kontribusi mereka bagi perkembangan industri mode nasional.

Previous Post
3

Studio Jeje Homme untuk DEWI Fashion Knights 2026: Wahyu Keprabon, Dialog Tradisi Jawa dan Tailoring Eropa

Next Post
STARLUX at Jakarta Fashion Week JFW – BYO – Jan Sober

Redefine the Sky: Eksplorasi Kreatif BYO dan Jan Sober bersama STARLUX Airlines

Advertisement
Sign in