Mengagumi Estetika Karpet Eksklusif Moire Bespoke Rugs

Di showroom baru MOIRE, memilih karpet menjadi pengalaman yang pelan, intuitif, dan personal.

Dalam lanskap interior kontemporer, karpet tak lagi sekadar elemen pelengkap lantai. Ia menjelma medium ekspresi yang mengikat warna, tekstur, dan emosi ruang. Pergeseran cara pandang inilah yang terasa kuat dalam pembukaan showroom baru MOIRE Bespoke Rugs di Dharmawangsa X no. 7, Jakarta Selatan, yang menandai awal tahun 2026 dengan pendekatan yang lebih reflektif terhadap bagaimana kita menikmati sebuah ruang.

Ruang Baru, Cara Pandang yang Berbeda

Berpindah dari Kebayoran Baru, showroom terbaru MOIRE berdiri di atas area seluas 900 meter persegi. Skala ruang yang lebih lega memberi jarak, namun bukan untuk menjauhkan, melainkan untuk memungkinkan mata bernapas dan menangkap detail dengan lebih jernih.

“Alasan menghadirkan showroom baru ini adalah untuk memberikan ruang yang lebih nyaman, sekaligus memungkinkan kami menampilkan koleksi dengan cara yang lebih utuh,” ujar Tama Florentina, Direktur PT Hesitada Inti Design yang menaungi Moire Bespoke Rugs. Di sini, pengalaman memilih tidak lagi terburu-buru, melainkan berlangsung perlahan dan intuitif.

Advertisement

Interior sebagai Latar, Karpet sebagai Subjek

Dirancang oleh Ronald Humardani, showroom MOIRE ini diperlakukan layaknya kanvas netral. Interior tidak berlomba menjadi pusat perhatian, melainkan berfungsi sebagai bidang latar yang membiarkan setiap rug berbicara melalui tekstur, warna, dan materialnya.

“Produk Moire bukan sekadar dekorasi, tetapi pemain utama dalam komposisi visual ruang,” tutur Ronald. Dua lantai showroom dibagi secara intuitif: lantai pertama menghadirkan area lounge dan display sample, sementara lantai kedua membuka bentang luas untuk keseluruhan koleksi, ruang yang memberi konteks bagaimana sebuah rug hidup di berbagai skala ruang.

Enam Perspektif, Satu Medium

Seiring pembukaan showroom baru ini, Moire juga memperkenalkan koleksi terbaru tahun 2026 melalui kolaborasi dengan enam desainer interior: Roland Adam, Agam Riadi (Agam Riadi Interiors), Anita Boentarman, Gondojules (Brian Gondokusomo & Julia Lestari), DMDIO (Santi Alaysius & Hamphrey Tedja), serta Rumanara Studio (Dwi Andika).

Masing-masing menghadirkan sudut pandang yang berbeda, namun bertemu pada satu medium yang sama—rugs sebagai elemen yang menyatukan fungsi, estetika, dan emosi ruang.

Showroom baru MOIRE ini menekankan kenyamanan dan fleksibilitas. Ruang-ruang dirancang untuk mengakomodasi keragaman warna dan tekstur tanpa terasa padat. Setiap sudut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menyentuh, merasakan, dan membayangkan rug sebagai bagian dari keseharian, bukan sekadar objek pamer.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Akhir Pekan Mindful: Dari Latihan Napas hingga Vision Board Journaling

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.