Ketika Binatang Bercerita: Dunia Seni Ida Lawrence
Mendalami “Tropical Indulgence”, Langgam Arsitektur Baru The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel

Mendalami “Tropical Indulgence”, Langgam Arsitektur Baru The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel

Interior The Meru Sanur yang didominasi kayu, bagian dari kompleks The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. Foto oleh Davy Linggar.

Di pesisir Sanur, sebuah kemuncak arsitektur berdiri: The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. Hotel bintang lima pertama di Bali ini mengalami restorasi bersejarah oleh Yolodi + Maria Architects dalam langgam arsitektur anyar: tropical indulgence. Proses ini didokumentasikan dalam buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and the Bali Beach Hotel yang rilis pada 23 Desember 2025 lalu.

Bangunan baru The Meru Sanur, dengan latar belakang bangunan bersejarah Bali Beach Hotel yang direstorasi. Fotografi oleh Davy Linggar.

Hotel Bersejarah, Penanda Pariwisata Sanur

Sejarah hotel legendaris ini tidak lekang dari perkembangan Sanur sebagai destinasi turis mancanegara di Bali. Sirka dekade 1950-an, Ida Bagus Kompyang, hotelier pertama Bali, dan Raja Ubud, Tjokorda Gde Agung Sukawati, memprakarsai pariwisata asli Republik Indonesia yang baru saja merdeka.

Gayung bersambut: Presiden Soekarno mencanangkan pembangunan Bali Beach Hotel, salah satu proyek mercusuar yang menyentuh pariwisata di dekade 1960-an, berbarengan dengan Hotel Indonesia di Jakarta, Hotel Ambarrukmo di Yogyakarta, dan Samudera Beach Hotel di Jawa Barat. Diawasi langsung oleh Presiden Soekarno, sang connoisseur seni, sejumlah karya seniman Indonesia menghiasi hotel-hotel ini.

Advertisement

Bali Beach Hotel menjadi hotel bintang lima pertama dengan fasilitas paripurna di Bali pada tahun 1966. Setinggi sepuluh lantai dan berkapasitas 400 kamar, hotel ini dihiasi pahatan apik karya Harijadi Soemadidjaja di pelataran lobinya. Pun, pada awalnya hotel ini menuai kontroversi karena melanggar aturan daerah akan bangunan yang melewati pucuk nyiur kelapa. Meskipun demikian, perkembangan pariwisata toh mendorong Bali Beach Hotel untuk berkembang.

Rentang sekian dekade, kini Sanur menjelma sebuah destinasi wisata anyar: Sanur didapuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Indonesia. Menyambut wisatawan yang mencari tetirah kebugaran holistik jiwa dan raga, sejumlah fasilitas baru dibangun, seperti Bali International Hospital dengan peralatan kesehatan mumpuni, hingga Ethnomedicinal Botanical Garden yang mengangkat husada tradisional Bali.

Dua elemen kontras The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel. Fotografi oleh Davy Linggar.

Tropical Indulgence, Jiwa Restorasi Bali Beach Hotel

Bali Beach Hotel memiliki keunggulan tak tertandingi: ia menjulang sebagai permata arsitektural tepat di tepi pesisir Sanur. Maka, Bali Beach Hotel pun tidak ketinggalan, bertransformasi menjadi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.

Studio arsitek Yolodi + Maria Architects lantas ditunjuk untuk merestorasi landmark ini. Dengan semangat menghidupkan kembali kejayaan Bali Beach Hotel sekaligus memberikan pemaknaan baru, pasangan Ar. Gregorius Supie Yolodi dan Ar. Maria Rosantina mencanangkan sebuah konsep anyar: tropical indulgence.

Langgam tropical indulgence dimaknai sebagai dialog antara hotel (ruang, bangunan, lanskap) dengan budaya lokal Bali dan lingkungan alam tropis, yang dileburkan secara imersif alih-alih sebagai panorama semata.

“…Alam tropis tidak kami anggap sebagai dekorasi. Ia adalah bagian integral dari pengalaman arsitektur, tempat iklim, ruang, dan manusia saling terhubung sebagai bentuk kemewahan yang paling mendasar.”

  • Ar. Gregorius Supie Yolodi dan Ar. Maria Rosantina, Yolodi + Maria Architects.

Bali Beach Hotel dipertahankan dengan palet warna putih granit dan marmer aslinya; sementara bangunan baru The Meru Sanur dibesut kontras dengan material dominan kayu dengan balairung berlapis wastra: songket, gringsing, endek. Sebuah lobi tenggelam menjadi struktur baru yang menyimpulkan kelindan kedua arsitektur silam dan kini, menjadi ciri khas anyar hotel ini.

“The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dirancang sebagai sebuah dialog lintas waktu, yang menghidupkan kembali jiwa warisan arsitektur modern Bali Beach Hotel, sekaligus merespons kebutuhan dan nilai abad ke-21. Dalam pendekatan ini, arsitektur diposisikan sebagai medium yang merekam memori, sejarah, dan proses transformasi,” jelas duet arsitek tersebut lebih lanjut.

Pameran di hadapan mahakarya Harijadi Soemadidjaja

Langgam tropical indulgence dan penerapannya dalam restorasi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dijelaskan dalam buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and the Bali Beach Hotel, yang diluncurkan bersamaan dengan pameran “Reviving the Legacy”, 23 Desember 2025, di pelataran ikonis The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, berlatar mahakarya bersejarah Harijadi Soemadidjaja.

Akademisi konservasi arsitektur, Prof. Johannes Widodo, hadir sebagai panelis dalam peluncuran buku, berdiskusi bersama para arsitek Ar. Gregorius Supie Yolodi dan Ar. Maria Rosantina dari Yolodi + Maria Architects, yang dimoderatori oleh kurator pameran sekaligus penulis buku, David Hutama.

Pameran “Reviving Legacy” menyajikan dua narasi utama: Reading Bali Beach dan Creation of The Meru Sanur yang mengungkap interaksi masa lalu dan masa kini dalam nirmana arsitektural.

Babak-babak The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, dalam bab-bab buku

“Hotel adalah salah satu wujud istimewa dari industri perhotelan.” Mukadimah buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and the Bali Beach Hotel seakan merangkum semesta yang termaktub dalam hotel legendaris Bali ini sebagai zenit keramahtamahan dan estetika Indonesia, dari dekade silam hingga restorasi terkininya hari ini.

Buku “Tropical Indulgence” merefleksikan pemaknaan ulang arsitektur bersejarah dalam industri pariwisata kontemporer melalui paparan gambar, fotografi, dan esai. Fotografi arsitektur kaya Davy Linggar mendampingi arsip foto-foto sejarah dan sketsa perancangan The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.

Terdapat empat bab utama dalam buku ini. Envisioning Sanur mengulas sejarah pariwisata Sanur.Sanur: The Wellness Locus membahas perkembangan Sanur sebagai KEK. “Sketches and Plans menampilkan arsip sketsa arsitektur kedua hotel. Experiencing The Meru Sanur and Bali Beach Hotel mendokumentasikan arsitektur kedua hotel terkini.

Berdampingan, baik buku dan pameran menyajikan sebuah narasi utuh: tentang masa depan pariwisata dan arsitektur Indonesia, dengan The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel sebagai tonggak titik baliknya.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Ketika Binatang Bercerita: Dunia Seni Ida Lawrence

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.