Hangatnya Kopi Rempah dari Tujuhari Coffee
Perpaduan bermacam varian rempah yang unik dalam secangkir kopi susu memberikan cita rasa yang menarik
23 Nov 2019




Jika di Amerika Serikat sana, musim gugur erat dengan pumpkin spice latte untuk menghangatkan badan di Tengah cuaca yang mulai mendingin. Maka di Jakarta pun bertebaran berbagai pilihan kopi rempah dengan cita rasa lebih kaya. Salah satunya adalah Renaissance Latte yang disuguhkan Tujuhari Coffee.

Menu ini konon menjadi andalan kedai kopi baru di bilangan Jalan Wijaya itu dan disuguhkan untuk para tamu. Sekilas Renaissance Latte nampak seperti tampilan kopi susu kebanyakan, kecuali aroma rempah yang lantas menyeruak dari cangkir, memancing selera. Aromanya ternyata tak berdusta. Cita rasa kopi rempah dari Tujuhari Coffee ini memang kaya. Begitu kopi bertemu lidah, perpaduan berbagai rempah langsung menendang indra perasa.

 


Jahe menjadi rempah yang terasa paling kencang, diikuti rasa cengkih dan aftertaste lain yang agak pedas. “Ini juga pakai ekstrak cabai,” kata Co-Founder sekaligus COO Tujuhari Coffee Gunawan Wibisono di acara pembukaan kafe, Kamis 21 November 2019.

Kebetulan sore hari itu berangsur mendung dan cuaca menjadi sejuk. Suguhan kopi rempah tentu bisa menjadi pilihan yang pas untuk menghangatkan diri dengan rasa rempah yang kaya menciptakan cita rasa yang seru

Renaissance Latte merupakan satu dari tiga menu andalan Tujuhari Coffee. Dua menu lainnya adalah Black Peach, olahan kopi dingin dari long black dengan tambahan rasa buah persik yang menyegarkan, dan Cookie Latte, olahan kopi susu dengan tambahan sirup rasa biskuit yang manis.

Tidak hanya menawarkan menu-menu kopi berbasis espresso, Tujuhari Coffee juga menyajikan menu kopi yang diolah manual dengan metode V60. Jika Anda tertarik menikmati kopi seduh yang lebih serius ini, para barista siap menyajikan kopi dengan pilihan biji Toraja Minanga, Ciwidey Patuha, Flores, dan Brazil di area yang mereka sebut Slow Bar.

 
 
Ruang Produktif
 


Tujuhari Coffee adalah satu dari sekian banyak kedai-kedai kopi baru yang semakin menjamur di Jakarta. Mereka pun menyadari betul hal itu. Maka dari itu kopi bukan menjadi satu-satunya jualan mereka. Mengusung slogan “Coffee & Culture”, empat sekawan penggagas Tujuhari Coffee hendak membangun ruang produktif bagi para pengunjungnya.

Hal tersebut dilakukan dengan merancang interior mereka sedemikian rupa untuk mengakomodasi berbagai kegiatan. Ruangan kafe pada dasarnya dibagi menjadi dua area, yaitu Coffee Bar dan Productivity Chamber. Modular design, atau desain yang dinamis, menjadi prinsip utama rancangan interior kafe ini, terutama di area Productivity Chamber.

Ambil contoh pemilihan meja-meja kecil dengan kaki roda yang memudahkan untuk dipindah sesuai kebutuhan pelanggan. Kemudian, seluruh perabot yang dipilih menghisi kafe juga terbuat dari material yang ringan untuk kebutuhan yang sama.

Selain pemilihan perabot, tata cahaya juga menjadi salah satu perhatian mereka. Di sini, lampu yang digunakan berwarna netral yang membuat nyaman kala bekerja. Lampu-lampu di kafe ini juga memiliki beberapa pengaturan yang bisa memadai untuk berbagai kebutuhan pelanggan. Mulai dari acara live music, diskusi buku, bazar, workshop, dan sebagainya. (SIR). Foto: Tujuhari Coffee.



 

 


Topic

Food Guide

Author

DEWI INDONESIA