
Buka puasa di bulan Ramadhan seperti kurang lengkap tanpa menjajal hidangan dari jazirah Arabia. Membentang dari Asia Barat hingga Afrika Utara, kulinaria Timur Tengah merupakan epitome akulturasi budaya Jalur Sutra. Kesegaran bahan Mediterania bertemu dengan kekayaan rempah Asia. Pun, lebih rumit lagi menemukan sajian Arabia dengan standar fine dining nan inggil. DEWI merekomendasikan lima permata tersembunyi kuliner Timur Tengah di Jakarta untuk Anda berbuka bulan puasa ini.
Al-Nafoura, Le Meridien Jakarta



Berarti “air mancur” dalam Bahasa Arab, Al-Nafoura adalah andrawina Lebanon kebanggaan Le Meridien Jakarta. Restoran ini menjadi favorit pribadi tim DEWI karena cita rasa Timur Tengah nan autentiknya. Arsitektur bernuansa taman air Arabia dan wangi bumbu Jalur Rempah mengesankan Al-Nafoura sebagai oasis gastronomi. Santapan ikonis restoran ini, Harouf Ouzi, adalah kembul bujana dari nasi, daging kambing, kismis, dan kacang penuh rempah kayu manis dan kapulaga. Sebuah tradisi legendaris Lebanon yang membuat Al-Nafoura menjadi pujangga komunitas ekspat Jakarta.
Bel Étage, The St. Regis Jakarta

Ramadhan kali ini, The St. Regis Jakarta mengangkat tema andrawina Nusantara. Pun, di antara cita rasa yang karib, terselip permata tak terduga di Bel Étage: seleksi mezze nan autentik. Favorit pribadi DEWI adalah Muhammara berbahan dasar tomat dan bumbu rempah yang kuat. Tip sembari berkunjung ke The St. Regis Jakarta: mampir ke Rosé Gourmand oleh chef pastri Chef Kevin Lee untuk menjajal kudapan seperti kunafah yang khas dibalur dengan air gula dan mawar yang khas.
Turkuaz



Sebuah warisan Ottoman: Turkuaz menyajikan gastronomi Turki. Chef pemilik andrawina ini, Sezai Zorlu, memastikan bahwa lokasi terbaru restoran ini di Ciranjang menjadi saripati padu-padan Eropa dan Asia di Jakarta. Dengan interior elegan penuh chaise lounge dan lukisan berpigura emas, kita bak dibawa ke jantung keanggunan Istanbul. Berbuka dengan Cay, kopi Turki yang menghangatkan perut, kita akan disambut dengan jamuan besar gastronomi Turki yang menggugah. Setelahnya Anda bahkan bisa bersantai dengan shisha, menurunkan perut sambil menyambut tarawih.
Grand Cafe, Grand Hyatt Jakarta



Grand Cafe di Grand Hyatt Jakarta barangkali sudah menjadi salah satu ikon jamuan Jakarta, dengan patron dari figur publik kenamaan. Sama seperti tren gastronomi tahun ini, Grand Cafe mengangkat tema kulinaria Nusantara, menggandeng chef Indonesia pemenang The Maverick Academy dari Netflix, Yuda Bustara, untuk mendekonstruksi sajian khas Indonesia. Pun, jangan salah: seleksi menu Timur Tengah-nya begitu menggoda. Favorit DEWI: zaatar manakesh dengan selai yang gurih dan falafel autentik favorit semua tamu, termasuk chef selebritis, Chef Rinrin Marinka.
Fez Kinara



Andrawina di sudut Senopati ini menyuguhkan perpaduan kulinaria Maroko dan India. Arsitektur Fez Kinara mengejawantah dengan baik: tamu seakan dibawa masuk ke kastil-kastil Mughal atau benteng lempung Maghrebi, dengan mural berlanggam Asiatik nan apik. Sesuai jazirah yang diangkat, gastronomi yang disajikan unggul dalam berbagai jamuan santap: seperti couscous dan biryani nan lezat.