Apresiasi Presiden Joko Widodo Kepada Usmar Ismail
Sejatinya Usmar Ismail adalah pahlawan untuk perfilman Indonesia yang layak untuk mendapatkan sebuah penghargaan.
12 Nov 2021



Sesungguhnya, gelar ‘pahlawan’ yang diemban pada seseorang tidaklah melulu diberikan kepada mereka yang berperang melawan penjajah. Perjuangan seseorang yang bisa berdampak baik bagi banyak orang, bahkan juga negara, gelar ‘pahlawan’ rasanya layak disematkan untuk mereka. Begitu juga bagi insan perfilman yang berjuang memajukan industri sinema Indonesia.
 
Jika membicarakan tentang film, tentu saja nama Usmar Ismail tidak bisa lagi kita lepaskan begitu saja. Karyanya sebagai sutradara film, sastrawan, dan wartawan sudah diakui dan diapresiasi masyarakat luas. Sosok Usmar Ismail juga dikenal sebagai pelopor drama modern di Indonesia. Begitu banyak karya film yang sudah dilahirkannya dan sukses besar di pasaran. Sebut saja Darah dan Doa (1950), Tiga Dara (1956), Anak Perawan di Sarang Penjamun (1962), dan Ananda (1970). Tidak heran jika pada akhirnya beliau dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia.
 
Apresiasi negara terhadap sosok Usmar Ismail pun berakhir manis. Ya, pada 10 November 2021, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Joko Widodo dengan resmi menganugerahkan Pahlawan Nasional kepada Usmar Ismail di Istana Bogor.
 
Melalui kehadirannya di malam anugerah Film Festival Indonesia (FFI) 2021, Presiden Joko Widodo mengumumkan kabar tersebut di pidatonya.
 
“Enam puluh enam tahun yang lalu, Bapak Usmar Ismail dan Bapak Djamaluddin Malik memprakarsai penyelenggaran FFI sebagai perayaan dan apresiasi tertinggi bagi industri perfilman Indonesia. Karena itu, tahun ini, pagi tadi, sebagai wujud penghargaan tertinggi untuk para pejuang kebudayaan, atas nama bangsa dan negara, saya menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bapak H.Umar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia,” ucap Presiden Joko Widodo.
 
Dengan penganugerahan gelar tersebut, Presiden Joko Widodo berharap bahwa semangat Usmar Ismail, para pahlawan, dan para pejuang kebudayaan bisa memicu sineas untuk menciptakan karya-karya berkualitas, yang menunjukkan keunggulan dan karakter jati diri bangsa Indonesia. (RJ) Foto: FFI

 

 


Topic

Culture

Author

DEWI INDONESIA