Shoes Art Installation The Body Shop® Indonesia
Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood
10 Dec 2020




Saat ini seluruh fraksi di DPR sepakat bahwa Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS)  masuk dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2021 menurut Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas.
 
Namun, keputusan final terkait RUU usulan Prolegnas Prioritas 2021 akan diputuskan di Baleg pada bulan Januari 2021. Artinya perkembangan dari RUU PKS ini belum pasti masuk Prolegnas Prioritas 2021. Oleh karena itu semua lapisan masyarakat perlu untuk terus mengawal proses ini.
 
The Body Shop® bersama dengan berbagai pihak; dan Yayasan Pulih, Magdalene serta Key Opinion Leaders yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual.  Melalui kampanye ini The Body Shop® Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop® dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/ .
 
Petisi TBS Fight For Sisterhood 500,000 tanda tangan petisi Stop Sexual Violence dilakukan sampai bulan Maret 2021 agar RUU PKS segera diputus menjadi undang-undang yang sah. 
 
The Body Shop® Indonesia terus-menerus memperjuangkan semangat #TBSFightForSisterhood dengan menggelar kampanye bertema Shoes Art Installation The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood pada tanggal 26 November hingga 10 Desember 2020. Kegiatan tersebut berlokasi di Gedung Komisi Nasional Perempuan.
 
Shoes Art Installation The Body Shop Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood adalah sebuah konsep seni instalasi yang diinisiasi The Body Shop® Indonesia menggunakan media sepatu sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan bagi perempuan dan pengesahan RUU PKS menggunakan media berupa sepatu dan pakaian dari publik pendukung dan penyintas mulai tanggal 26 November hingga 10 Desember 2020. 
 
Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairwoman The Body Shop® Indonesia mengungkapkan dalam Opening Ceremony Art Installation tentang nilai-nilai yang diangkat oleh The Body Shop® sejak awal didirikan oleh seorang aktivis perempuan dari Inggris bernama Anita Roddick yang merupakan seorang visioner dan percaya bahwa perusahaan dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan hidup dan sosial.
 
Sejak tahun 1992, The Body Shop® terus berupaya membawa perubahan-perubahan positif di bidang sosial dan lingkungan hidup selama kurun waktu 28 tahun. The Body Shop® tidak hanya dikenal sebagai sebuah brand kosmetik, tetapi sebagai sebuah feminist brand yang aktif memperjuangkan kesetaraan hak asasi manusia bagi semua, khususnya perempuan dan anak hingga ke ranah hukum.
 
Beberapa kampanye yang telah dilakukan untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak adalah Stop Violence at Home (2004-2008) yang juga berkolaborasi bersama Komisi Nasional Perempuan dan Stop Child Trafficking (2009-2012). 
 
The Body Shop® Indonesia senantiasa meneruskan perjuangan yang sudah sejak awal RUU PKS ini dibuat oleh Komisi Nasional Perempuan dengan mengambil peran, nilai dan pengalaman yang dimiliki, serta jejaring karyawan dan customer yang juga ikut mendukung perjuangan ini.
 
Upaya-upaya yang dilakukan tersebut berupa offline maupun online. The Body Shop® Indonesia ingin ikut berjuang menyuarakan suara perempuan dan dapat dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata. Kampanye ini adalah sebuah respon atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan.
 
Instalasi seni yang dibangun dari sepatu-sepatu yang dikumpulkan oleh publik dan penyintas yang menyatakan dukungannya pada pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini, disiapkan untuk memanfaatkan momentum 16 Hari Tanpa Kekerasan.
 
Dimulai dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan, di mana sepatu-sepatu ini melakukan "unjuk rasa" di depan Gedung DPR-RI, lalu kemudian ditampilkan di di instalasi ini, hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari HAM Internasional. (Orie Buchori)
 

 

 

Author

DEWI INDONESIA