Jejak Aroma, Jejak Sejarah: D’Orsay Hadir di Jakarta

Aroma membangkitkan memori, melintasi waktu dan menyentuh ruang paling sunyi dalam diri, lalu menetap sebagai kenangan yang tak kasatmata. Ia bekerja dalam diam, namun meninggalkan kesan yang abadi. Dalam lanskap itulah parfum menemukan maknanya yang paling esensial sebagai identitas yang tak terlihat, namun terasa.

D’Orsay, rumah parfum niche legendaris asal Prancis, kini resmi membuka butik pertamanya di Indonesia. Sebuah langkah yang bukan sekadar ekspansi, melainkan pernyataan tentang bagaimana warisan dapat berdialog dengan selera modern. Berdiri sejak abad ke-19, D’Orsay dikenal akan pendekatannya yang artistik dan emosional terhadap wewangian.

Berlokasi di Plaza Indonesia Level 3, butik ini menghadirkan ruang yang intim dan terkurasi. Setiap detail dirancang untuk mempertemukan pengunjung dengan dunia D’Orsay secara personal, dari narasi di balik setiap aroma hingga komposisi berkualitas tinggi yang menjadi ciri khasnya.

Advertisement

Melalui karakter wewangian yang modern namun puitis, D’Orsay mengajak setiap individu menemukan aroma yang terasa seperti perpanjangan diri. Bukan sekadar dipakai, melainkan dihidupi sebagai jejak personal yang menyatu dengan waktu, ruang, dan cerita.

Keunikan D’Orsay terletak pada konsep dualitasnya. Setiap racikan bersifat mixed fragrance, merefleksikan kompleksitas manusia yang tak pernah tunggal. Nama-namanya hadir dalam bentuk frasa samar, ditandatangani dengan inisial sosok anonim yang identitasnya dibiarkan terbuka bagi imajinasi. Selama hampir dua abad, D’Orsay meramu komposisi woody, amber, floral, hingga spicy dalam harmoni yang merayakan spektrum emosi, terutama cinta dalam segala fasetnya.

Sejak awal berdiri, Maison D’Orsay menciptakan wewangian yang melampaui batas gender. For her and for him, setiap parfum dirancang sebagai gema dari kisah cinta legendaris tahun 1830, ketika Alfred d’Orsay menciptakan aroma untuk perempuan yang dicintainya. Sebuah gestur intim yang kini menjelma menjadi filosofi rumah parfum ini: bahwa cinta bersifat universal, dan aroma adalah bahasanya yang paling halus.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Di Antara Langit dan Tanah, Syrco BASÈ Pop-Up di Jakarta

Next Post

Di Tengah Obsesi untuk Terus Upgrade, Bisakah Kita Memilih untuk Merasa Cukup?

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.