A Decade of Design Wanderlust: Perayaan Dekade Domisilium Studio
Domisilium Studio hadirkan buku desain dengan pendekatan personal


Hamphrey Tedja dan Santi Alaysius, dua co-founders Domisilium Studio.


Merayakan 10 tahun pendiriannya, firma desain interior Domisilium Studio merilis buku desain dengan pendekatan yang lebih personal. Dalam acara diskusi buku dan softlaunching-nya, salah satu penggagas Domisilium, Hamphrey Tedja menyatakan tujuan dibuatnya buku ini adalah untuk memberikan gambaran tentang situasi industri desain interior.
 

Co-founders-nya yang lain, Santi Alaysius juga mengamini hal tersebut. “Ya untuk menceritakan keadaan yang sesungguhnya di dunia desain interior ini yang kata orang glamor, living the high life. Padahal dia enggak tahu kita kayak kuli,” katanya berseloroh.
 

Selain itu, Santi juga menjelaskan buku ini juga hendak memberi sorotan kepada semangat kolaborasi dalam dunia desain interior. “Ini bukan one man show,” katanya.
 

Semangat kolaborasi itulah yang menjadi napas Domisilium Studio selama. Kemauan untuk berkolaborasi membawanya pada proyek-proyek yang seru dan menyenangkan, seperti desain Tijili Hotel di Seminyak milik Hermawan Tanzil. Cerita-cerita tentang kolaborasi itu akan tertuang berikut dengan cerita kolaborasi Domisilium dengan Erastus Radjimin (Artotel Indonesia), Lala Bohang, hingga Eames Demetrios (Eames Office).
 

Berbeda dengan buku-buku desain kebanyakan, drama dan cerita keseharian tim Domisilium Studio di balik tiap-tiap proyek yang mereka kerjakan memberikan sentuhan yang lebih personal pada buku desain interior ini. Meskipun tentunya tetap ada bahasan-bahasan teknis terkait desain di dalamnya.
 

“Kami ingin memberitahukan kepada publik aja sih tentang apa yang sebenarnya kami hadapi dalam proses membuat desain interior,” lanjut Santi.
 

Kesempatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi dynamic duo itu. Santi mengenang bagaimana keduanya dulu mesti mempelajari ulang semuanya tentang desain dan produksi dari nol sepulangnya mereka dari Amerika Serikat ke Indonesia. “Karena semuanya benar-benar beda. Istilah teknis, material itu beda semua,” jelasnya.
 

Begitu pula bagaimana keduanya dulu mesti bersusah payah meminta contoh-contoh material kepada para vendor hingga kini mereka yang didatangi para vendor dengan sendirinya.
 

Bagi Anda pencinta desain, tentunya buku ini bisa menambah koleksi referensi Anda. Apalagi jika Anda juga memiliki jiwa wirausaha dan hendak membuka firma desain sendiri, buku ini dapat memberikan gambaran dinamika industri yang akan dihadapi. Domisilium Studio: A Decade of Design Wanderlust  akan dirilis kepada publik pada 17 September 2019 di Modena, Kuningan. (SIR). Foto: Shuliya Ratanavara.
 

 


Topic

Design

Author

DEWI INDONESIA