Instalasi “Akar Perjalanan” Menghidupkan Fasad Stasiun BNI City

Simfoni Alam dan Sejarah Baru Seni Kontemporer di Ruang Transit Publik Indonesia

Di tengah Jakarta, Stasiun Sudirman Baru BNI City kini memiliki wajah baru yang lebih bernyawa. Sebuah instalasi berskala besar bertajuk “Akar Perjalanan” resmi menghiasi fasad stasiun, sekaligus mencetak sejarah sebagai karya seni komisi perdana yang hadir secara permanen di hub transportasi kereta api Indonesia. Kehadirannya seolah menjadi oase hijau di tengah gurun beton, mengingatkan jutaan pelaju akan pentingnya menjaga keselarasan dengan lingkungan.

Karya monumental ini lahir dari tangan dingin Wisnu Ajitama, seniman asal Yogyakarta yang dikenal mahir “berdialog” dengan material alam. Melalui kurasi dari Mona Liem, Wisnu memindahkan napas hutan dan akar-akar filosofis ke ruang publik yang padat. Bagi Wisnu, seni bukan sekadar pajangan, melainkan alarm ekologi yang mengingatkan manusia bahwa di balik deru kemajuan zaman, ada alam yang harus terus dirawat dan dihormati.

Proyek ini merupakan orkestrasi apik yang digagas oleh SCENIC Art Station, hasil kolaborasi antara PT. KAI, Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), biro desain Nusae, dan agensi kreatif Senyumuseum. Sinergi ini berhasil mendobrak sekat kaku stasiun, mengubah tempat transit yang dingin menjadi ruang kontemplasi yang inklusif bagi semua kalangan, mulai dari pengguna KRL hingga turis internasional.

Advertisement

Kemeriahan peluncurannya di akhir Desember 2025 lalu kian berwarna dengan hadirnya pasar seni yang melibatkan 25 pelaku industri kreatif. Tak hanya melihat, publik juga diajak berinteraksi lewat karya “Coloring Hope”, aksi live painting, hingga sesi sketsa bersama komunitas seni. Suasana stasiun pun berubah menjadi pesta kreativitas yang hangat, merayakan pertemuan antara mobilitas modern dan ekspresi budaya.

Hadirnya “Akar Perjalanan” menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan manusia selalu berpijak pada bumi yang sama. Melalui integrasi seni di pusat transportasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan fisik, tetapi juga sampai pada kesadaran baru untuk berperan aktif menjaga lingkungan. Stasiun kini bukan lagi sekadar tempat singgah, melainkan titik awal tumbuhnya kepedulian hijau bagi masa depan.

Teks: Kinar Laimaura
Editor: Mardyana Ulva

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Grounding sebagai Cara Memulai Tahun dengan Utuh

Next Post

"Nafasan Bumi" di Singapore Art Week 2026: Ketika Seni, Material, dan Ekologi Berjumpa

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.