Rakta Studio Hadirkan Kejujuran Material di RJ House
Rumah ini membiarkan bahan-bahan utamanya menampakkan diri secara seutuhnya. Di waktu bersamaan mempersiapkan mereka menua dengan anggun.
29 Jan 2021


1 / 10

Pada prinsipnya kejujuran material menjadikan sebuah rancangan dapat menjadi abadi. Material seperti kayu, beton, dan baja yang tidak hanya terkenal akan kekuatannya tetapi juga akan kemampuannya menua dengan baik sehingga memberikan karakter tersendiri bagi bangunan. Tentunya ditambah dengan perhitungan yang mantap dalam menempatkan banyak area bukaan sehingga membuat pergerakan cahaya dan udara berjalan lancar yang pada akhirnya menghadirkan atmosfer nyaman serta tak lekang oleh waktu. 

Hunian yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat ini memfokuskan diri pada harmonisasi tiga material tersebut; beton, kayu, dan baja. Dua material pertama akan langsung terlihat, bahkan jika Anda sekadar lewat di depan rumah yang disebut RJ House. Beton yang terekspos tampak kokoh berpadu dengan material kayu yang hangat dan hijaunya tanaman yang ditata dengan apik menghadirkan harmoni. “Memang di proyek ini kami lebih mengedepankan bahasa material yang sederhana. Tanpa penambahan material yang sifatnya glamor seperti marmer,” ujar Vidor Saputro, Arsitek Utama Rakta Studio.     

Proses pembangunan rumah dengan luas lahan kurang lebih 700 meter persegi ini sendiri memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Desainnya sendiri, diakui Vidor menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya yaitu sekitar enam bulan. Selain mempertimbangkan kaidah arsitektur, pemilik rumah juga meleburkan pedoman feng shui ke dalam rancangan bangunan. 

Terdiri dari dua lantai, lantai dasar dibiarkan plong tak bersekat menjadikan lantai ini lapang. Beberapa pintu kaca besar ditempatkan sebagai pengganti tembok sehingga pandangan ke arah taman menjadi tak terbatas. Ini juga sekaligus berfungsi sebagai bukaan untuk sirkulasi udara dan cahaya yang dapat meminalisasi penggunaan listrik untuk penerangan dan pendingin udara. Batasan-batasan ruang yang solid di lantai dasar praktis hanya untuk kamar tidur tamu dan kamar mandi saja. Sedang area privat penghuni rumah berada di lantai atas terdiri dari kamar tidur utama dengan kamar mandi en suite, tiga kamar anak dan satu kamar mandi bersama, perpustakaan, dan area berdoa. 

Di bagian depan, kita akan berhadapan dengan partisi kayu sebagai welcoming sequence rumah ini.  Dirangkai seperti sistem pasak dan gapit untuk memastikan kekuatannya sekaligus menghasilkan tampilan yang lebih elok dipendang mata. Vidor menggunakan material kayu ulin yang biasanya dipakai untuk batalan rel kereta api atau dek pelabuhan. Kayu yang pohonnya sempat masuk dalam daftar dilindungi ini banyak digunakan dalam konstruksi karena ketahanannya terhadap perubahan suhu, kelembapan, dan pengaruh air laut. Memiliki sifat yang keras sehingga tidak mudah dimakan rayap membuat kayu dengan julukan kayu besi ini banyak dicari hingga mancanegara. Seperti juga dengan beton yang dibiarkan begitu saja, tidak perlu ada perawatan tertentu, kayu ulin pun semakin tua akan semakin menunjukkan karakternya. 

Melewati partisi kayu, sebuah kolam menyambut siapa pun yang baru datang ke rumah ini. Pohon kamboja yang sudah cukup tua diletakkan di tengah kolam, menghasilkan simetri di wilayah pembuka ini sekaligus menjadi seperti karya seni alami dengan lekuk dan guratannya. Vegetasi hunian ini secara umum lebih condong ke tanaman dengan bentuk sederhana. “Lebih ke hijau saja, tidak terlalu warna-warni,” ujar Vidor. Selain pohon kamboja, terdapat pohon dedalu di halaman depan, lohansung di teras samping, dan pohon walisongo.

Untuk menjaga konsistensi gaya bangunan, Rakta Studio ikut terlibat dalam mendesain interior rumah ini. Warna mayoritas interior rumah adalah warna hangat dari perabot kayu yang terlihat pada dapur, meja dan kursi makan, rak buku, meja televisi, dan lantai. Sistem pencahayaan pun turut serta menambah nuansa hangat hunian dengan lampu-lampu yang tersembunyi menghasilkan pendar cahaya yang bersahabat. Sofa-sofa lebar berwarna muted ditempatkan di depan televisi menjadi penyeimbang luasan ruang yang besar dan tentunya untuk memastikan kenyamanan maksimal saat bersantai dan menikmati hiburan. (NTF) Foto: Kiearch/Dok. Rakta Studio

 

Author

DEWI INDONESIA