
Melalui inisiatif “Footsteps Across the World”, Hermès merangkai kisah tentang jejak, kerja tangan, dan keberlanjutan yang menyatukan ruang serta waktu. Sejak 2016, enam belas film dokumenter pendek diproduksi secara imersif di Prancis dan berbagai penjuru dunia, dari Burkina Faso hingga Italia, Tiongkok, dan Korea. Di bengkel perajin, di jalan kota besar, hingga di komunitas pedesaan, setiap gambar merekam denyut kehidupan yang otentik dan reflektif.

Dengan visi puitis sineas Frédéric Laffont, rangkaian film ini menghadirkan fragmen dunia yang beragam namun saling terhubung. Manusia-manusia yang tampak berjauhan dipertemukan oleh ikatan tak kasatmata: kecintaan pada keahlian, ketekunan, dan proses penciptaan yang penuh penghayatan. Nilai pewarisan dan inovasi, yang menjadi napas rumah mode ini, terpantul dalam setiap kisah yang terekam.

Di Napoli, pada salah satu serambi biara yang kini menjadi Arsip Negara, lukisan dinding abad ke-16 tentang kehidupan Santo Benediktus direstorasi dengan teknik paling mutakhir. Karya tersebut, yang dapat dipandang dari taman Platane yang ditanami kembali dengan benih kuno, menjembatani masa lampau dan masa kini dalam satu lanskap yang hening dan bermakna.

Sementara itu, di Villaines-les-Rochers, Touraine, koperasi anyaman yang berdiri sejak 1849 terus mengolah rotan hidup dengan tangan terampil. Bermitra lebih dari empat dekade dengan Hermès, para perajin menanam, memanen, dan menenun bahan alam itu menjadi objek yang fungsional sekaligus puitis, menjaga tradisi sambil menafsirnya ulang secara kreatif.

Setiap kisah dalam Footsteps Across the World menjadi saksi bahwa objek bukan sekadar benda, melainkan pertemuan manusia, keterampilan, dan komitmen pada mutu serta keberlanjutan. Jejak-jejak itu melintasi batas geografi dan generasi, menegaskan bahwa dunia yang beragam sesungguhnya berkelindan dalam satu semesta yang sama. Untuk selengkapnya film dokumentasinya dapat ditonton melalui Youtube Hermès berjudul Hermès: Footsteps Across the World.