Kolaborasi Temma Prasetio dan Joko Avianto Hadir di SEEK Plaza Senayan

Mengangkat gagasan kekuatan dalam kelembutan, koleksi kolaborasi Temma Prasetio dengan Joko Avianto ini menerjemahkan eksplorasi bambu Joko—yang tampak rigid namun lentur—ke dalam siluet busana pria yang modern dan artistik.

Desainer menswear Temma Prasetio berkolaborasi dengan perupa Bandung Joko Avianto dalam koleksi Raya yang hadir di SEEK Plaza Senayan Jakarta. Koleksi ini bukan sekadar lini busana Raya, melainkan pertemuan dua bahasa kreatif yang berbicara tentang satu gagasan utama: kekuatan dalam kelembutan.

Temma melihat resonansi yang kuat antara karyanya dan praktik artistik Joko. Katanya, “Karya Mas Joko itu terlihat rigid secara struktur, tapi ketika kita amati lebih dalam, ada sisi yang sangat subtil dan lembut. Ia bisa menyesuaikan bentuknya, seolah meniru elemen alam. Seperti air yang mengalir atau paper bag yang terlipat. Di situlah saya melihat kekuatan dalam kelembutan. Dan itu yang ingin saya terjemahkan dalam koleksi ini,” ujarnya.

Embodied”: Ketika Struktur Menjadi Pengalaman

Selama bertahun-tahun, Joko konsisten bekerja dengan bambu, material yang akrab dalam kehidupan masyarakat kita, namun sering dipandang sederhana atau kurang kuat dibanding batu dan logam. Justru di situlah letak eksplorasinya. Bambu bagi Joko bukan sekadar medium, tetapi jejak alam yang hidup sekaligus bagian dari infrastruktur keseharian manusia.

Advertisement

Dalam seri koleksinya yang bertajuk “Embodied”, ia menghadirkan bentuk-bentuk yang menyerupai lipatan kain atau drapery dalam sejarah patung klasik. Namun tidak ada tubuh di balik lipatan itu. Figur dihilangkan, menyisakan struktur yang tampak tunduk pada gravitasi, tetapi sekaligus menantangnya. Lipatan tersebut bukan terbuat dari kain lembut, melainkan bambu—material yang identik dengan garis lurus dan konstruksi kokoh—yang dibentuk hingga menyerupai sesuatu yang lentur dan jatuh mengikuti beratnya sendiri.

Di sinilah dialog dengan koleksi Temma menjadi semakin jelas: struktur yang terlihat tegas, namun menyimpan kelenturan; rigiditas yang menyiratkan kehalusan.

Busana Pria Modern dengan Sentuhan Artistik

Sebagai perancang busana yang dikenal lewat eksplorasi outerwear, Temma mengakui dua tahun terakhir menjadi fase eksplorasi baru baginya. Ia memasuki ranah kemeja pria. Koleksi ini pun secara tegas dirancang untuk menswear, memperkuat identitasnya sebagai perancang busana pria.

Temma menghadirkan lima artikel berbeda guna memberi variasi lebih luas bagi pelanggan. Namun pendekatannya tidak mengikuti pakem busana Lebaran yang lazim dengan detail bordir konvensional.

“Untuk Raya ini, saya ingin memberi sentuhan yang berbeda. Bukan sekadar bordir seperti yang umum kita lihat, tapi sesuatu yang lebih modern, tetap clean, namun punya sentuhan art,” jelasnya. Sentuhan tersebut hadir dalam permainan siluet, terutama pada desain kerah yang menjadi titik fokus koleksi.

Baginya, fashion adalah seni dalam bentuk yang bisa dikenakan. “Kalau dilihat sekilas mungkin terlihat sederhana, tapi pengerjaannya sangat detail. Penjahit harus presisi, sama seperti proses membuat karya seni,” tambahnya.

***

Di titik temu antara bambu yang menyerupai kain dan kain yang menyimpan struktur, kolaborasi ini menunjukkan bahwa busana pria tak harus keras untuk terlihat kuat. Datang dan kagumi karya kolaborasi mode dan seni antara Temma Prasetio dan Joko Avianto ini di SEEK Plaza Senayan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Louis Vuitton x De Bethune: LVDB-03 Louis Varius Project, Ode Horologi untuk Pengembara Modern

Next Post

Hermès: Footsteps Across the World, Jejak yang Menyambung Zaman

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.