Mengenal Oototol Lewat "Warna Hidup", Pameran yang Membuka Kembali Jejaknya
Retrospektif Karya Kolaborasi Arsitek Frank Gehry dan Louis Vuitton Di Art Basel Hong Kong 2026

Retrospektif Karya Kolaborasi Arsitek Frank Gehry dan Louis Vuitton Di Art Basel Hong Kong 2026

Louis Vuitton Tampilkan Retrospektif Karya Frank Gehry Di Art Basel Hong Kong 2026
Di Art Basel Hong Kong 2026, Louis Vuitton menghadirkan retrospektif kolaborasinya bersama Frank Gehry, memperlihatkan bagaimana arsitektur, mode, dan desain bertemu.

Louis Vuitton memberikan penghormatan kepada Frank Gehry, sosok arsitek visioner yang selama lebih dari dua dekade telah menjalin kolaborasi erat dengan rumah mode ini. Melalui rangkaian karya yang membentang dari arsitektur monumental hingga objek-objek sehari-hari yang dipahat dengan presisi tinggi, pengunjung diajak memahami bagaimana satu gagasan dapat hidup dalam berbagai bentuk, dan tetap terasa relevan melampaui waktu.

Frank Gehry di Booth Louis Vuitton Art Basel Hong Kong 2026

Arsitek Kanada-Amerika, Frank Gehry, dikenal luas karena kemampuannya mengolah bentuk dengan cara yang tidak biasa namun tetap presisi. Di booth Louis Vuitton sebagai Show Partner Art Basel Hong Kong 2026, perjalanan karyanya ditampilkan secara kronologis dalam delapan bagian: mulai dari arsitektur ikonik, koleksi tas kolaborasi, hingga berbagai kontribusinya bagi semesta Louis Vuitton.

Maket dan karya yang dipamerkan memberi gambaran tentang bagaimana ide-ide Gehry berkembang menjadi bentuk nyata. Lewat karyanya, warisan kreatif tersebut terus hidup, sejalan dengan keyakinannya: bahwa dengan terus bertanya, kita akan menemukan jawaban, namun yang paling penting adalah menjaga rasa ingin tahu.

Advertisement

Jejak Kolaborasi Louis Vuitton x Frank Gehry

Kolaborasi mereka dimulai dari tahun 2014, ketika Fondation Louis Vuitton berdiri dengan layar kaca yang tampak seperti berlayar di tengah kota Paris. Sebuah struktur tentang transparansi, cahaya, dan berbagai kemungkinan. Dari sana, kolaborasi ini berkembang ke ranah yang lebih intim: tas, botol parfum, hingga jam tangan.

Di dalam booth, perjalanan tersebut disusun secara kronologis dalam delapan bab, menghadirkan maket, sketsa, dan karya yang membuka proses berpikir Gehry; sebuah proses yang, seperti ia katakan, berangkat dari rasa ingin tahu. “Jika kamu terus bertanya, kamu akan menemukan jawaban. Tapi yang paling penting adalah tetap penasaran,” ujarnya, menggarisbawahi filosofi yang menjadi benang merah seluruh karya.

Dari Louis Vuitton Maison Seoul yang mengadaptasi lengkung kaca khasnya dengan sentuhan arsitektur Korea, hingga reinterpretasi trunk Louis Vuitton yang terinspirasi dari Alice’s Adventures in Wonderland, setiap proyek menunjukkan bagaimana Gehry tidak pernah benar-benar ‘berhenti’ pada satu medium. Ia hanya berpindah, mengalir, dan terus bertanya.

Retrospektif Kolaborasi Kolaborasi Louis Vuitton x Frank Gehry

Jika arsitektur adalah bahasa besarnya, maka objek-objek yang lebih kecil menjadi ruang eksperimen yang sama radikalnya. Koleksi tas tangan Louis Vuitton x Frank Gehry yang pertama kali diperkenalkan di Art Basel Miami Beach 2023 kembali dihadirkan, kali ini sebagai bagian dari narasi yang lebih utuh.

Tas-tas seperti Capucines MM Concrete Pockets atau Capucines BB Croc bukan sekadar aksesori, tetapi terjemahan langsung dari obsesi Gehry terhadap tekstur, bentuk, dan bahkan makhluk hidup seperti ikan, motif yang berulang dalam karyanya. Di sini, material tidak lagi hanya menjadi medium, melainkan bahasa itu sendiri.

Tas-tas ini bukan sekadar aksesori, melainkan perwujudan eksplorasi Frank Gehry atas tekstur, bentuk, dan motif khasnya, di mana material menjadi bahasa utama dalam desain.

Eksplorasi ini mencapai titik lain dalam jam tangan Tambour Louis Vuitton, yang memadukan teknik horologi klasik dari La Fabrique du Temps dengan bentuk pahatan yang mengingatkan pada fasad bangunan Gehry. Waktu, dalam konteks ini, tidak hanya diukur; ia dibentuk, dipahat, dan dihidupkan kembali sebagai objek yang memiliki narasi.

***

Melalui karya-karya Frank Gehry, batas antara arsitektur, desain, dan objek sehari-hari terasa semakin cair, membuka kemungkinan baru dalam cara kita melihat fungsi dan estetika. Louis Vuitton akan hadir sepanjang Art Basel Hong Kong yang berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Hong Kong Convention Centre, Wan Chai, mengundang pengunjung untuk menyelami perjalanan kreatif yang melampaui waktu sekaligus merayakan dialog antara seni dan desain dalam skala global.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Mengenal Oototol Lewat “Warna Hidup”, Pameran yang Membuka Kembali Jejaknya

Mengenal Oototol Lewat "Warna Hidup", Pameran yang Membuka Kembali Jejaknya

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.