
Memasuki perjalanan 40 tahun, PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) semakin memantapkan posisinya sebagai Purposeful Beauty Tech Company melalui penyelenggaraan Beauty Science Tech (BST) 2026. Acara ini berlangsung pada 21–25 Januari 2026 di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Acara ini menjadi penanda kesiapan ParagonCorp untuk melangkah lebih jauh ke panggung global sekaligus berkontribusi dalam membentuk arah dan standar baru industri kecantikan dunia.
Ketika Sains, Inovasi, dan Nilai Bertemu
BST 2026 tidak hanya menyoroti inovasi teknologi dan sains kecantikan, tetapi juga menyajikan sesi talkshow yang menghadirkan Retno Lestari Priansari Marsudi, diplomat senior Indonesia sekaligus sosok Menteri Luar Negeri perempuan pertama Republik Indonesia.
Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang hubungan internasional, diplomasi multilateral, dan pembangunan perdamaian global, Retno Marsudi membagikan pandangannya mengenai pentingnya nilai dan purpose dalam menghadapi dunia yang penuh tekanan dan ketidakpastian.
“Di dunia yang cukup keras dan didominasi oleh laki-laki, jangan pernah surut meninggalkan nilai dan purpose,” ujar Retno.
Elemen Kunci dalam Semua Relasi
Ia menegaskan bahwa nilai dan tujuan bukan sekadar prinsip moral, melainkan fondasi kepercayaan. “Sekuat apa pun kita, apabila kita meninggalkan nilai dan purpose, kita tidak akan dipercaya. Dan kepercayaan adalah mata uang yang paling penting, terutama dalam kehidupan bisnis.”
Menurut Retno, kepercayaan adalah elemen kunci dalam semua relasi, baik antarindividu, antarkorporasi, maupun antarnegara. “Trust is the single most important currency in any relationship. Between nation, between companies, and people,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah kompleksitas dunia global, kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa dibangun secara instan. Ia tumbuh dari konsistensi nilai dan keberanian untuk tetap berpegang pada purpose, bahkan ketika situasi menuntut kompromi.
Purpose dan Profit Bukan Dua Kutub yang Bertentangan
Ia juga menyoroti anggapan keliru yang kerap muncul bahwa nilai dan purpose menjadi penghambat kemajuan atau kepentingan bisnis. “Ini adalah false dilemma. Purpose dan profit bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Purpose is what makes profit sustainable,” jelas Retno lagi.
Ia menambahkan bahwa berbagai data menunjukkan perusahaan yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven companies) mampu mengungguli para pesaingnya dalam jangka panjang, baik dari sisi kinerja finansial, retensi karyawan, maupun loyalitas pelanggan.
Konsistensi Nilai di Tengah Tekanan
Lebih jauh, Retno menekankan bahwa nilai dan tujuan berfungsi sebagai kompas ketika tekanan datang, termasuk dalam situasi negosiasi yang paling sulit. Tanpa nilai yang jelas, individu maupun organisasi akan mudah goyah dan tergoda mengambil jalan pintas.
“Dalam jangka pendek, nilai mungkin terasa mahal,” ujarnya. “Tapi percayalah, dalam jangka panjang, ketiadaan nilai justru akan menuntut harga yang jauh lebih mahal.” Sebuah pengingat bahwa keputusan berbasis nilai sering kali tidak instan, namun menentukan keberlanjutan.
Pentingnya Nilai dan Tujuan yang Jelas
Dalam situasi global yang semakin tidak stabil, kejelasan nilai justru menjadi keunggulan kompetitif. “In times of uncertainty, clarity of values becomes a competitive advantage,” kata Retno. Ia menegaskan bahwa hanya mereka yang berdiri di atas nilai dan tujuan yang kuat yang mampu melanjutkan perjalanan jangka panjang.
“Nilai tidak akan mengecewakan kita. Nilai memastikan bahwa kita terus bergerak ke arah yang benar,” tuturnya. Nilai, menurut Retno, memberi kekuatan untuk tetap konsisten dan berani menolak jalan pintas yang merusak kepercayaan.
***
Melalui BST 2026, ParagonCorp menegaskan bahwa inovasi teknologi dan pertumbuhan bisnis tidak dapat dilepaskan dari nilai dan tujuan yang jelas. Sejalan dengan pesan Retno Marsudi, ParagonCorp menunjukkan bahwa keberlanjutan dan dampak jangka panjang hanya dapat dicapai ketika purpose menjadi inti dari setiap langkah dan inovasi yang diambil.
Teks: Kinar Laimaura
Editor: Mardyana Ulva