Hal Ini Yang Dikatakan Oleh Tommy Tjokro Tentang Media Sosial
Tommy Tjokro punya pendapatnya sendiri di era media sosial ini.

 

“Sekarang ini manusia sudah diajak berpikir instan dalam menyerap informasin,” ujar Tommy Tjokro. Hal ini kemudian berpengaruh terhadap kesabaran orang dalam mencerna informasi. Dengan adanya media sosial, orang juga bisa dengan sangat bebas mengungkap informasi. Contohnya begini, katakana ada dua kubu yang memiliki pendapat bertentangan tentang perekonomian Indonesia. Kubu A mengatakan ekonomi Indonesia masih aman, kubu B menyatakan Indonesia hutangnya banyak. “Media dengan subjektif editorial dapat memilih mau mendukung yang mana. Lalu kami bisa memberitakan informasi-informasi tambahan berkaitan dengan pilihan tersebut,” ujar Tommy. Namun sekarang, pemberitaan bisa saja berhenti ketika menyatakan ada dua kubu yang berbeda pendapat.
 
Tapi Tommy tidak bisa melawan perkembangan zaman yang pesat ini. Meski pelihat pengaruh negatifnya, sangat tidak bijaksana bagi Tommy sebagai orang tua melarang anak-anaknya bersentuhan dengan teknologi. “Ini memang era mereka,”  ujarnya. Walau begitu, ia dan istrinya, Yurika Triani, tetap memberikan batasan untuk kedua anaknya yang berusia sepuluh dan enam tahun. Tommy teringat nasihat sang ayah, kemana kita pergi harus selalu ingat keluarga. Nasihat tersebut terdengarnya begitu sederhana, namun sangat mengena. Kecanggihan menjadi kurang menghargai kebutuhan sosial sebagai manusia untuk berinteraksi langsung. Banyak orang semakin vokal menyatakan pendapat mereka namun menjadi kurang sensitif terhadap orang lain. (NTF) Foto: Adiansa Rachman
 
 

 



JOIN OUR COMMUNITY