Gelaran Rakuten di JFW 2020: Lebih Dari Sekadar Bertukar Panggung
JFW 2020 menjadi tahun ke-7 para desainer dari Jepang dan Indonesia saling bertukar panggung
23 Oct 2019


Rieka Inoue
1 / 10
Jakarta Fasion Week (JFW) 2020 menandakan tahun ke-7 kolaborasi yang terjalin dengan Japan Fashion Week Organization. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Japan Fashion Week Organization mengirimkan desainer perwakilan Jepang untuk ikut memeragakan koleksinya di pesta mode terbesar di Indonesia ini.

Setiap tahun pula Indonesia akan mengirimkan desainer Indonesia ke ajang Tokyo Fashion Week yang kini disebut Rakuten Fashion Week Tokyo. Direktur Utama Jakarta Fashion Week Lenny Tedja menjelaskan, “Kolaborasi dengan yang terjalin Antara JFW dan Japan Fashion Week Organization ini memang memungkinkan kita saling bertukar panggung.”

Namun, kolaborasi tersebut tak lantas berhenti di situ. Lebih lanjut Lenny menjelaskan lewat kerjasama ini pun JFW telah beberapa kali menggandeng beberapa pelaku kreatif dari Jepang. Misalnya pengarah gaya atau penata rambut.

Tahun ini ada tiga desainer Jepang yang diutus untuk menggelar peragaan di JFW 2020. Mereka adalah Zenta Yoshie dengan label kerudungya Yoakeh, Rieka Inoue, dan Takefumi Maruoka dengan labelnya Enharmonic Tavern.

Sejalan dengan tema “Merayakan Indonesia” yang diusung Jakarta Fashion Week 2020, dua dari tiga desainer Jepang itu menyatakan koleksinya terinspirasi dari Indonesia. Zenta misalnya yang mengatakan ia terinspirasi mengagas brand hijab Yoakeh di Jepang setelah kunjungannya ke Indonesia empat tahun silam.

“Saat itu saya kagum dengan keberagaman budaya di Indonesia, utamanya dengan hijab. Itulah kemudian yang mendorong saya membuat brand ini,” jelas Zenta dalam sesi konferensi pers. Untuk peragaannya dalam slot Rakuten Fashion Week Tokyo ini koleksi hijab Yoakeh yang penuh warna tampil mencolok dengan padanan pakaian serta aksesori putih-putih.

Warna dan pola-pola hijab Yoakeh menjadi jualan utama dalam peragaan ini. Meskipun dari segi styling Yoakeh tidak menawarkan hal yang berbeda. Para model didandani dengan tatanan kerudung dasar yang sederhana.

Kemudian ada Takefumi Maruoka yang bercerita koleksinya dalam peragaan ini terinspirasi dari hasil kreasi para desainer Indonesia yang memeragakan koleksi mereka di Tokyo beberapa waktu silam. “Saya terinspirasi dari gelaran Tokyo Fashion Week tahun lalu saat saya menyaksikan koleksi dari para desainer Indonesia,” jelasnya.

Setelah menonton peragaan busana dari para desainer Indonesia itu Takefumi menyatakan ia terdorong untuk mengeksplorasi kebudayaan-kebudayaan lain di luar kebudayaan Jepang. Tema “Cross Over” pun ia pilih sebagai garis besar rancangannya. Lewat tema ini Takefumi menyatakan hendak menangkap dan merepresentasikan perbauran energi Tokyo dan Jakarta.

Sederet pakaian kasual minimalis khas Jepang mengisi koleksi Enharmonic Tavern. Potongan-potongan pakaian yang kotak dengan celana katung yang lebar khas Jepang jadi menu utama koleksinya. Desain dan padu padan pakaian yang sama juga semacam sudah menjadi identitas bagi sebagian kaum muda Jakarta seiring mereka mengadopsi estetika minimalis Jepang.

Lalu ada Rieka Inoue yang menghadirkan koleksi penuh warna. Di slot Rakuten Fashion Week Tokyo tampil menarik perhatian dengan koleksinya yang penuh warna dan sentuhan sedikit drama ketimbang dengan dua rekannya yang memilih tampil polos. Boleh dibilang koleksinya dibagi dalam dua sekuen.

Sekuen pertama menampilkan gaun-gaun penuh warna ceria yang didominasi warna pink dan merah serta motif floral. Potongan A-line dan ruffle juga menambah aksen feminin nan romantis. Cocok untuk menggambarkan musim semi, meski bukan sebuah pendekatan yang baru.

Sambil diiringi alunan musik basanova, koleksi Rieka berprogresi ke pakaian formal yang didominasi warna hitam. Brokat menjadi salah satu material utama yang ia gunakan dalam sekuen kedua koleksinya ini. Dengan padu padan yang sedikit memberikan cita rasa era 1920-an, Rieka memberikan sepercik drama dalam peragaan koleksinya.

Yang menarik, Rieka juga memadankan sebagian besar koleksinya dengan turban berbagai model. Hal ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi para perempuan berhijab untuk mencoba tampilan baru. (SIR). Foto: Jakarta Fashion Week.

 


Topic

JFW

Author

DEWI INDONESIA