Pyer Moss Spring/Summer 2020: Eksplorasi Neo-Soul
Rangkaian pakaian terinspirasi dari musik jaz dan soul


1 / 18

Koleksi musim semi/panas 2020 dari Pyer Moss menampakkan nuansa soul dari budaya kulit hitam yang kental. Print pola grafis-abstrak yang kuat serta siluet-siluet khas era ‘80an dengan potongan yang luwes menghiasi sebagian besar pakaian dalam koleksi ini.
 

Musik menjadi inspirasi utama koleksi ini. Terlihat dari tas pinggang yang menyerupai bentuk piano serta jaket kulit yang mereka ulang bentuk jaket ikonis Michael Jackson. Namun inspirasi terbesar sang desainer, Kerby Jean-Raymond untuk koleksi ini adalah perempuan kulit hitam suster gereja sekaligus musisi rock bernama Rosetta Tharpe.
 

“Saya rasa tak banyak orang yang mengetahui warna musik rock ditemukan di gereja oleh seorang perempuan kulit hitam queer,” kata Jean-Raymond seperti dirilis Vogue. Untuk itu ia ingin mengeksplorasi dan “merombak” estetika musik rock jika saja Tharpe mempunyai kesempatan untuk membeberkan kisahnya.
 

Maka dari itu pakaian-pakaian ini boleh jadi akan sedikit mengingatkan Anda pada estetika glam rock yang flamboyan dan besar pada era ‘70-’80an dengan sentuhan budaya kulit hitam tentunya. Koleksi Jean-Raymond ini nampak solid pada setengah bagian awalnya.
 

Terdiri dari 69 tampilan, Jean-Raymond mengubah jalan cerita yang hendak disampaikan dalam koleksi musim seminya ini. Dari deretan pakaian dengan gaya neo-soul menjadi serangkaian tampilan athleisure yang rasanya sudah cukup sering kita lihat di jalan-jalan maupun gelaran runway.
 

Mungkin ini juga pengaruh keterlibatan sang desainer muda sebagai pengarah kreatif baru Reebok. Pengaruh ini juga muncul dalam wujud alas kaki Reebok warna-warni yang menjadi padanan pakaian-pakaian dalam koleksi ini.
 

Meski tetap mengedepankan permainan pola grafis yang kuat, bagian akhir koleksi ini terasa kurang kuat ketimbang narasi yang dibangunnya di awal. (SIR)

 


Topic

Runway Report

Author

DEWI INDONESIA