Mencukur Total Rambut Pubis, Bijaksanakah?
Beberapa individu memilih untuk ‘membersihkanya’ dengan berbagai alasan. Namun, apakah hal ini sesungguhnya baik untuk dilakukan?
7 Jan 2022


Sebagai seorang perempuan, kadang tumbuhnya rambut pubis di area pribadi menjadi salah satu hal yang kurang nyaman karena dianggap tidak ‘bersih’ atau bahkan dapat menjadi penghalang saat dirinya ingin mengenakan pakaian tertentu. Tak heran jika mencukur atau waxing jadi salah satu cara sederhana yang dilakukan.
 
Padahal, jika dilihat dari segi kesehatan, keberadaan rambut pubis memiliki manfaat. Mirip seperti bulu hidung atau bulu mata, fungsi rambut pubis pun sebenarnya tidak jauh berbeda. Menyaring kotoran atau partikel-partikel kotoran lainnya, atau menghalau mikroorganisme yang membahayakan area privat Anda. Keberadaan rambut pubis juga merupakan pelindung yang dapat mencegah gesekan, iritasi, cedera, atau infeksi pada organ intim. Tandanya, rambut pubis justru dapat menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim Anda.
 
“Adanya rambut pubis memberikan perlindungan yang dapat mencegah kotoran dan kuman untuk menyerang area sensitif,” ujar Sherry A. Ross, MD, seorang ahli kebidanan dan ginekolog di Santa Monica, California.
 
Ketika Anda memutuskan untuk mencukur habis rambut pubis, terlebih jika dilakukan sendiri dengan metode yang kurang tepat, sebenarnya ada bahaya di balik tindakan tersebut.  Salah satu yang paling berbahaya adalah memicu iritasi dan meningkatkan risiko infeksi kelamin.
 
Ketika iritasi atau luka mikro di permukaan kulit terjadi saat Anda mencukur total rambut pubis, maka luka-luka ini dapat berubah menjadi pintu masuk bagi berbagai macam infeksi.

   
Francois Desruelles, MD, seorang dermatology di Archet Hospital di Institut Nasional untuk Kesehatan dan Perawatan, Nice, mengatakan bahwa peningkatan risiko tersebut juga berlaku untuk infeksi lain, seperti kutil genital akibat HPV (Human Papilloma Virus) atau pun herpes kelamin.
 
Tidak mencukur rambut pubis pun bukan berarti Anda tidak memperhatikan kebersihan dan mengabaikan perawatannya. Menurut Grayson J, Guzman, MD, seorang dokter kandungan di MomDoc Midwives di Arizona, AS, setidaknya ada lima rutinitas yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan rambut pubis dan area pribadi Anda.
 
Yang pertama adalah menggunakan sabun untuk membersihkan rambut pubis. Pilih sabun yang lembut, hipoalergenik, dan tanpa kandungan pewarna juga wewangian, kemudian campurkan dengan air untuk membersihkan area pribadi Anda pada bagian luar. Melalui cara ini, area genital akan higienis tanpa risiko iritasi.
 
Selanjutnya, jika Anda lebih nyaman untuk mencukur rambut pubis sendiri di rumah, pastikan seluruh alat cukurnya bersih dan steril. “Alih-alih memangkas habis, lebih baik biarkan rambut pubis tetap pendek,” Guzman mengingatkan. Jangan lupa juga untuk mengoleskan krim pelembap untuk mencegah gatal dan iritasi pada permukaan kulit. Karena bagaimanapun, jika rambut pubis tidak dirawat pun akan menjadi sarang dari bakteri yang juga akan berbahaya bagi daerah intim Anda.
 
Guzman melanjutkan bahwa memerhatikan produk yang dipakai untuk menjaga kebersihan rambut pubis juga menjadi faktor penting. Menurutnya, “Jika produk tersebut aman untuk wajah, produk tersebut bisa saja diterima untuk area intim Anda.”
 
Pemilihan pakaian dalam pun tak luput dari saran Guzman. Ia menyarankan untuk memilih pakaian dalam berbahan katun dan berukuran pas agar dapat melindungi dari infeksi dan rambut yang tumbuh ke arah dalam.
 
Namun, pada akhirnya keputusan untuk apakah Anda akan mencukur rambut pubis atau tidak kembali ke diri masing-masing. Yang pasti, Anda harus sadar akan segala risiko dan langkah yang diambil. Jika masih tidak yakin, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke ahli. (RJ) Foto: Pexels, Unsplash.
 

 

 


Topic

Beauty

Author

DEWI INDONESIA