
Ah, Bhutan: sang negeri paling bahagia di dunia ini dikenal sebagai benteng budaya Himalaya. Mengukur laju ekonomi dengan kuantifikasi Gross National Happiness (Kebahagiaan Domestik Bruto), kerajaan ini berfokus kepada program-program keberlanjutan, kebudayaan, dan kesetaraan; tak ayal, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling diminati. Oleh karena itu, COMO Hotels and Resorts bekerja sama dengan Leica Store Jakarta mendapuk sebuah ekskursi dipandu fotografer kenamaan Christina Tan pada 14-19 April 2026 mendatang.

Tetirah Ayu di Himalaya
“COMO Journey: Bhutan Through the Lens” dirancang sebagai retret fotografi selama enam hari di dua pesanggrahan COMO di Bhutan: COMO Uma Paro dan COMO Uma Panakha. Christina Tan, fotografer pelesir yang juga menjadi duta Leica, akan secara langsung memberikan lokakarya sekaligus memandu peserta dalam mengambil gambar. Memiliki latar belakang mode dalam portofolionya, repertoar karya Christina Tan dikenal memiliki gaya artistik yang membuatnya tak lekang zaman.


Ekskursi enam hari ini sudah mencakup penginapan tiga malam di COMO Uma Paro dan dua malam di COMO Uma Punakha, lengkap dengan fasilitas full-board seperti sajian hidangan dan pemandu berbahasa Inggris; serta mendapatkan visa Bhutan dan akses ke seluruh museum dan destinasi wisata. Anda juga dapat menikmati perawatan kebugaran COMO Shambala selama 60 menit.

Ringkasan Agenda
Apa saja aktivitas yang akan diikuti selama ekskursi enam hari ini? Berikut adalah ringkasan agenda kegiatan “COMO Journey: Bhutan Through the Lens” yang dihimpun oleh DEWI.

Hari Pertama
Begitu tiba di bandara, tim COMO Uma Bhutan akan menjemput dan mengantarkan ke pesanggrahan COMO Uma Paro. Untuk membantu tamu menyesuaikan tubuh dengan iklim dan ketinggian Bhutan, Anda akan diajak berkeliling Kota Paro dan berkunjung ke kuil.

Hari Kedua
Mengikuti waktu yang Anda inginkan, Anda akan diantarkan ke biara terdekat untuk menerbangkan lampion untuk mengawali ekskursi sesuai tradisi Buddha: menyingkirkan ketidaktahuan, merayakan kefanaan, dan menghubungkan diri dengan alam.
Selanjutnya tamu akan berangkan menuju COMO Uma Punakha melewati ibukota Bhutan, Thimphu. Meleburlah dengan budaya Bhutan lewat lawatan ke sejumlah peninggalan budaya seperti patung Buddha Dordenma dan Trazhi Chhoe Dzong.
Perjalanan ke Punakha akan melewati celah Dochu La, puncak-puncak Himalaya yang dibelah oleh Sungai Wang Chhu, penuh pepohonan dan persawahan dataran tinggi. Anda juga akan menyaksikan langsung 108 stupa (chorten) yang menghiasi bentang Punakha.

Hari Ketiga
Pagi hari dimulai dengan trek menuju Chimmi Lakhang, kuil dari abad ke-15 untuk menghormati Drukpa Kuenley, tokoh Buddha yang diyakini membawa kesuburan. Selanjutnya Anda akan menuruni bukit menuju Punakha Dzong, benteng abad ke-17 yang menjadi cikal-bakal Kerajaan Bhutan.
Setelah makan siang, peserta akan menjelajah Khamsum Yulley Namgyal Chorten, kuil kerajaan di puncak Punakha Valley sekaligus mengembarai kawasan perbukitan ini.

Hari Keempat
Dari Punakha Valley, peserta diboyong ke Chuzom: campuhan suci pertemuan dua sungai, Wang Chhu dan Paro Chhu, tempat tiga kuil menjaga Bhutan dari roh jahat. Menariknya, ketiganya memiliki arsitektur berbeda, masing-masing dengan langgam Nepal, Tibet, dan Bhutan.
Anda juga akan melawat ke perkebunan apel dan persawahan dataran tinggi, untuk menjajal olahraga nasional Bhutan, panahan; sebelum kembali ke COMO Uma Paro.

Hari Kelima
Kunjungi destinasi utama di Paro Valley: Biara Taktsang “Tiger’s Nest” yang dikenal oleh arsitektur legendaris-nya. Konon di sinilah Guru Rinpoche tiba bersama harimau terbang untuk menyebarkan agama Buddha ke seantero Bhutan. Anda bisa mendaki melewati air terjun atau menaiki kuda hingga gerbang penuh mural ikonis Biara Taktsang. Petang harinya, nikmati perawatan kebugaran terbaik COMO seperti mandi batu khas Bhutan atau COMO Shambala Massage untuk merelaksasikan tubuh setelah hari yang panjang.