Napas Baru Seni Pertunjukan di ART SG 2026

Seni bukan sekadar apa yang terpampang di dinding galeri, melainkan bagaimana seorang perupa mampu memotret napas zaman. ART SG 2026 menghadirkan deretan nama yang tidak hanya mahir secara visual, tetapi juga berani menyuarakan keresahan melalui raga dan rasa.
Memasuki edisi keempatnya, ART SG 2026 bertransformasi menjadi sebuah pusaran energi seni yang lebih masif.

Tahun baru 2026 menjelang, dan Singapura tidak hanya akan bersinar oleh lampu-lampu kotanya, melainkan oleh pijar kreativitas yang memenuhi Sands Expo and Convention Centre. Memasuki edisi keempatnya, ART SG 2026 kembali hadir sebagai pusaran energi seni yang semakin masif. Bukan sekadar pameran, melainkan medan pertemuan gagasan, praktik, dan imajinasi lintas budaya.

ART SG adalah pameran seni kontemporer internasional terkemuka di Asia Tenggara yang berfungsi sebagai pusat pertukaran seni, inovasi, dan pasar global di kawasan tersebut. Memasuki edisi keempatnya pada Januari 2026, pameran ini memperkuat posisinya sebagai gerbang budaya utama dengan menyatukan 106 galeri dari 30 negara dan, untuk pertama kalinya, berkolaborasi strategis dengan S.E.A. Focus di bawah satu atap.

Tonggak penting edisi tahun ini terletak pada kolaborasi strategis pertamanya dengan S.E.A. Focus, yang kini hadir di bawah satu atap. Melalui tema The Humane Agency, integrasi ini menyatukan perspektif global dan regional dalam satu lanskap kuratorial. Satu tiket menjadi paspor untuk menyusuri beragam dunia: dari praktik yang intim hingga refleksi atas isu-isu kemanusiaan yang lebih luas, menghubungkan hati perupa dengan tantangan zaman.

Advertisement

Sejalan dengan semangat tersebut, ART SG 2026 juga memperluas batas medium dan pengalaman. Inovasi terasa nyata lewat pengenalan sektor seni pertunjukan atau Performance Art.

Di bawah arahan kurator X Zhu-Nowell, seni bergerak keluar dari bingkai objek statis menjadi aksi hidup yang berlangsung di hadapan penonton, membuka ruang interaksi yang lebih personal dan tak terduga. Pada saat yang sama, narasi pameran turut meluas ke arah Barat melalui Inisiatif TVS untuk Seni Kontemporer India dan Asia Selatan, sebuah paviliun yang menyoroti kekayaan praktik artistik dari kawasan anak benua.

Komitmen ART SG terhadap masa depan seni juga tercermin dalam dukungannya pada generasi baru. Peluncuran ART SG FUTURES Prize oleh UBS, dengan hadiah senilai USD 10.000, menandai investasi nyata bagi perupa pendatang baru.

Sementara itu, di luar lokasi utama, program Wan Hai Hotel: Singapore Strait akan menyulap lobi The Warehouse Hotel menjadi ruang pameran imersif yang memadukan film, instalasi, dan pertunjukan; membawa seni hadir lebih dekat dengan ritme kehidupan kota.

Dengan seluruh perluasan ini, ART SG 2026 tidak lagi sekadar menampilkan karya, tetapi juga berupaya membangun sebuah ekosistem; yakni tempat ketika seni dipahami sebagai praktik hidup yang beresonansi dengan isu kemanusiaan, teknologi, dan masa depan bersama. Di tengah hiruk-pikuk pasar dan kemegahan instalasi, pameran ini mengingatkan bahwa seni tetap berakar pada satu hal paling esensial: kemampuan manusia untuk merasakan, berpikir, dan membayangkan dunia secara lebih berempati.

Teks: Kinar Laimaura
Editor: Mardyana Ulva

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Mindfulness di Akhir Tahun: Berdamai dengan Diri di Tengah Ramainya Linimasa Media Sosial

Next Post

Ragam Karya Para Maestro yang akan Hadir di ART SG 2026

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.