Voicemails for Isabelle dan Cara Berdamai dengan Kehilangan

Voicemails for Isabelle menghadirkan kisah tentang kehilangan, duka, dan proses bertumbuh yang mengingatkan bahwa melanjutkan hidup bukan berarti melupakan orang yang kita sayangi

Kehilangan selalu mengubah sesuatu dalam diri kita. Bukan hanya rutinitas yang perlahan berubah, tetapi juga cara kita menjalani hidup setelahnya. Dalam situasi seperti itu, tidak sedikit orang yang memilih untuk menjadi lebih keras. Rasanya lebih aman jika tidak lagi berharap terlalu banyak atau membuka hati terlalu lebar.

Film Voicemails for Isabelle (2026) menawarkan cara pandang yang berbeda tentang menyintas duka. Film ini mengingatkan bahwa kehilangan memang dapat mengubah hidup seseorang, tetapi bukan berarti kita harus kehilangan kelembutan dalam diri.

Duka yang Tetap Tinggal

Screenshot 2026-07-23 at 2.39.08 PM

Jill (Zoey Deutch) berduka karena kehilangan adiknya, Isabelle (Ciara Bravo), tetapi film ini menunjukkan bahwa duka tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir. Ada orang yang pergi, tetapi kenangan, kebiasaan, dan rasa sayang yang mereka tinggalkan akan tetap hidup bersama kita.

Advertisement

Sepanjang film, Jill berusaha menjalani hidup seperti biasa, meski bayang-bayang kehilangan terus hadir dalam kesehariannya. Di saat yang sama, ia masih menyimpan pesan-pesan suara dari Isabelle yang perlahan membawanya kembali pada berbagai kenangan dan hal-hal kecil yang pernah mereka bagikan bersama. Dari sanalah, Voicemails for Isabelle tidak hanya bercerita tentang kehilangan seseorang yang kita sayangi, tetapi juga tentang bagaimana kita perlahan belajar menerima bahwa hidup tetap berjalan, tanpa harus melupakan orang yang telah pergi.

Yang menarik, Voicemails for Isabelle tidak berusaha menghapus rasa kehilangan itu. Film ini justru memperlihatkan bagaimana seseorang perlahan belajar menerima bahwa duka akan selalu menjadi bagian dari hidupnya. Bukan untuk terus disesali, tetapi untuk dipeluk sebagai bagian dari perjalanan.

Tetap Memberi Ruang untuk Merasa

Screenshot 2026-07-23 at 2.40.53 PM

Film ini juga mengingatkan bahwa menjadi lembut bukan berarti hidup tanpa luka. Menjadi lembut berarti tetap memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasa, bahkan ketika perasaan itu terasa berat.

Hal ini bisa terlihat dari sosok Wes (Nick Robinson) yang tetap hadir menemani Jill di tengah proses berdukanya. Meski kerap mendapatkan penolakan dan melihat Jill belum benar-benar siap membuka hati, ia tidak memaksakan kehadirannya. Sebaliknya, ia memilih untuk membuat ruang bagi Jill dan tetap menujukan bahwa Jill tidak harus menghadapi semuanya sendirian. 

Hal yang sama juga berlaku saat kita berusaha melindungi diri. Menjaga diri bukan berarti menutup semua pintu karena takut kembali terluka. Ada kalanya kita hanya perlu belajar membuka hati dengan cara yang berbeda, tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Cara Baru untuk Tetap Terhubung

Screenshot 2026-07-23 at 2.43.54 PM

Pada akhirnya, Voicemails for Isabelle mengajak kita melihat bahwa pulih dari duka mungkin bukan tentang melupakan. Pulih juga bukan berarti menjadi lebih dingin agar tidak mudah terluka lagi.

Barangkali, pulih adalah menemukan cara baru untuk tetap terhubung dengan orang yang kita cintai, dengan kenangan yang mereka tinggalkan, dan dengan diri sendiri yang perlahan belajar menerima semuanya.

Jill tidak menghapus kehilangan dari hidupnya. Meski terus membawa kenangan tentang Isabelle lewat voicemail yang dia simpan, Jill perlahan mulai membuka diri pada harapan dan berbagai kemungkinan baru. Bukan karena ia melupakan sang adik, melainkan karena ia menyadari bahwa hidup akan terus berjalan. Ia belajar hidup berdampingan dengannya, tanpa kehilangan kemampuannya untuk mencintai. 

Mungkin, itulah makna tetap lembut di dunia yang semakin keras. Bukan karena hidup tidak pernah menghancurkan kita, melainkan karena kita memilih untuk tidak membiarkan kehancuran menjadi satu-satunya cerita tentang diri kita.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
the odyssey

Tampilan Kecantikan Zendaya di Press Tour The Odyssey, Dari Riasan Flawless hingga Kepang Ikonis

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.