MCM Autumn/Winter 2026, Memperbarui Ikon Visetos
SEBASTIANsposa 2026/2027 La Belle, Merayakan Transformasi Perempuan

SEBASTIANsposa 2026/2027 La Belle, Merayakan Transformasi Perempuan

Melalui La Belle, SEBASTIANsposa menerjemahkan karakter perempuan modern dalam 22 busana pengantin yang memadukan romantisme Jazz Age, detail Art Deco, dan siluet kontemporer
17

Untuk generasi sekarang, pernikahan menjadi momen personal, intim, dan dekat dengan karakter pasangan yang menjalaninya. Cara pandang tersebut kemudian diterjemahkan Sebastian Gunawan dan Christina Panarese melalui lini bridal SEBASTIANsposa dalam koleksi terbaru La Belle 2026/2027.

Dipresentasikan dalam 22 looks di Arena Lakeside Riviera Ballroom, koleksi ini melihat busana pengantin sebagai bagian dari perjalanan seorang perempuan. Gaun tidak hanya dirancang untuk menjadi pusat perhatian pada hari pernikahan, tetapi juga membawa karakter, kepercayaan diri, dan perubahan yang sedang dijalani pemakainya.

14

“Terinspirasi dari generasi muda yang saat ini menginginkan sebuah pernikahan yang lebih intimate, maka gaun pengantin pun seharusnya terasa lebih ringan, namun tetap presisi dalam setiap detailnya. Kiranya, inilah yang menjadi kebutuhan dan keinginan para calon pengantin muda saat ini,” ujar Christina Panarese.

Advertisement

La Belle, Tentang Perempuan yang Berubah

15

Dipilih dari bahasa Prancis yang berarti the beautiful one atau “yang cantik”, La Belle membawa makna yang lebih luas dari sekadar kecantikan visual. Koleksi ini menggambarkan seorang perempuan yang sedang meninggalkan satu fase kehidupan untuk memasuki fase berikutnya dengan keyakinan yang baru.

Gagasan tersebut hadir melalui karakter setiap gaun yang memiliki titik fokus berbeda. Drapery, tumpukan ruffles, struktur, serta eksplorasi siluet digunakan untuk membentuk identitas masing-masing look. Alih-alih menghadirkan gaun pengantin dengan satu karakter yang seragam, SEBASTIANsposa memberikan ruang bagi beragam sisi perempuan untuk hadir melalui busananya.

21

La Belle pun menjadi gambaran tentang transformasi. Ada kelembutan, tetapi juga kekuatan. Ada romantisme, sekaligus kebebasan untuk menentukan seperti apa dirinya ingin terlihat dan merasa pada hari penting tersebut.

Membawa Romantisme Jazz Age ke Busana Pengantin

19

Inspirasi lain datang dari Jazz Age era 1920-an, salah satu periode yang dikenal melalui perubahan besar dalam cara perempuan berpakaian dan mengekspresikan dirinya. Referensi tersebut diterjemahkan Sebastian Gunawan dan Christina Panarese melalui siluet drop waist, untaian mutiara, serta motif geometris yang mengambil pengaruh estetika Art Deco.

Elemen-elemen tersebut tidak hadir sebagai reproduksi gaya masa lalu. Sebaliknya, referensi klasik tersebut ditempatkan dalam konteks busana pengantin masa kini. Siluet drop waist memberikan proporsi yang berbeda pada tubuh, sementara untaian mutiara membawa kembali karakter romantis Jazz Age. Motif geometris kemudian memperkuat kesan Art Deco melalui bentuk yang lebih terstruktur.

Pertemuan antara referensi masa lalu dan kebutuhan perempuan masa kini membuat La Belle terasa seperti sebuah percakapan antara klasik dan kontemporer.

Dari Putih, Cream hingga Champagne

16

Palet warna juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter koleksi SEBASTIANsposa La Belle 2026/2027. Selain putih yang menjadi warna tradisional busana pengantin, koleksi ini menghadirkan nuansa cream, nude, hingga champagne.

Pilihan tersebut memberikan tampilan yang lebih lembut sekaligus membuka kemungkinan baru dalam memilih warna gaun pengantin. Perbedaan tone juga membantu setiap material memperlihatkan karakter masing-masing ketika dikenakan.

22

Lace, satin, dan duchess menjadi beberapa material yang dieksplorasi dalam koleksi ini. Masing-masing digunakan untuk menghasilkan tekstur, volume, serta siluet yang berbeda. Pada beberapa look, aplikasi bunga memberikan sentuhan feminin dan romantis, sementara embellishment dan payet ditempatkan secara terukur untuk mengikuti gerak tubuh.

Detail tersebut menjadi penting karena meski konsep pernikahan semakin intim, kemewahan dalam busana pengantin tetap dapat hadir melalui pengerjaan yang teliti. Kilau payet tidak mendominasi keseluruhan gaun, melainkan ditempatkan pada area tertentu untuk mempertegas titik fokus setiap look.

Ketika Busana Menjadi Bagian dari Sebuah Transformasi

18

Lebih dari 22 gaun yang ditampilkan, La Belle membawa gagasan tentang momen sebelum seorang perempuan memasuki kehidupan barunya. Perjalanan tersebut dimulai dari persiapan yang bersifat personal hingga saat ia akhirnya berjalan menuju hari yang telah dipersiapkan.

Di sinilah SEBASTIANsposa melihat pernikahan sebagai sebuah ambang transformasi. Seorang perempuan tidak sepenuhnya meninggalkan dirinya yang lama, tetapi membawa pengalaman dan identitas tersebut untuk membentuk versi dirinya yang baru.

20

Karena itu, La Belle tidak hanya berbicara tentang bagaimana seorang perempuan terlihat pada hari pernikahannya. Koleksi ini juga merayakan bagaimana ia memilih untuk melangkah, mengambil keputusan, dan menjadi dirinya sendiri.

Melalui SEBASTIANsposa 2026/2027 La Belle, kecantikan hadir bukan sebagai sesuatu yang harus didefinisikan dari satu sudut pandang. Ia dapat berarti keberanian untuk berubah, kebebasan untuk memilih, serta kepercayaan diri untuk memasuki masa depan dengan karakter yang semakin personal.

Previous Post
18

MCM Autumn/Winter 2026, Memperbarui Ikon Visetos

Advertisement
Sign in