
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Palari Films merilis kartu pos Desember Jani, film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada Desember 2026. Pilihan waktu ini terasa selaras dengan tema yang diangkat film tersebut. Alih-alih menghadirkan keluarga yang ideal, Desember Jani justru mengajak penonton memahami bahwa seorang anak kerap bertumbuh bersama orang tua yang sama-sama sedang belajar menjalani hidup. Sebab di kehidupan nyata, sosok ibu yang sempurna barangkali memang tidak pernah benar-benar ada.
Empat Perempuan, Satu Rumah, dan Seorang Anak yang Belajar Memahami
Kisah ini mengikuti Jani (Chempa Putri), remaja berusia 13 tahun yang harus menavigasi perubahan setelah sang kakak, Julia (Hyori Mika), pergi meninggalkan rumah. Di balik kepergian itu, ia menyaksikan ibunya (Sigi Wimala) yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat sang nenek (Tutie Kirana), sementara Julia diam-diam masih menghubunginya dan meminta bantuan untuk mengirimkan berbagai kebutuhan.
Produser Meiske Taurisia menjelaskan bahwa penonton akan melihat dinamika empat perempuan dalam satu keluarga melalui sudut pandang Jani. Sang ibu berusaha memikul begitu banyak tanggung jawab hingga emosinya kerap meluap kepada anak bungsunya, sementara sang nenek hadir sebagai suara dari generasi yang terbiasa mengajarkan untuk menerima keadaan.
“Jani yang baru berusia 13 tahun akhirnya harus belajar memahami ibunya yang kelelahan, kakaknya yang memilih pergi, dan oma yang melihat hidup dari cara pandang generasinya,” tutur Meiske.
Ketika Ibu Tidak Harus Selalu Sempurna
Menurut Meiske, sejak awal tim kreatif tidak ingin membangun sosok ibu sebagai perempuan yang mampu melakukan segalanya. Baginya, justru anggapan bahwa perempuan harus selalu kuat dan mampu menanggung semuanya merupakan jebakan yang kerap dibebankan kepada ibu.
“Kami tidak ingin membahas ibu yang ideal seperti apa. Karena di kehidupan nyata rasanya tidak ada, ya, ibu yang ideal, yang sempurna. Kami juga tidak ingin membuat ibunya Jani menjadi superwoman. Setiap perempuan punya caranya sendiri,” ujarnya.
Film yang ceritanya berlangsung selama empat hari di bulan Desember ini kemudian berkembang menjadi pertanyaan yang lebih besar tentang keluarga. Apakah cinta selalu berarti tetap tinggal dalam satu rumah? Adakalanya juga seseorang perlu mengambil jarak agar setiap anggota keluarga memiliki ruang untuk menenangkan diri sebelum kembali saling memahami.
***
Lewat Desember Jani, Palari Films menghadirkan potret keluarga yang terasa akrab bagi banyak orang. Hari Anak Nasional pun menjadi pengingat bahwa setiap anak tumbuh bersama orang tua yang tidak sempurna, dan barangkali dari situlah lahir cara-cara baru untuk saling memahami.