
Hublot, brand jam tangan klasik bekerja sama dengan Yohji Yamamoto, designer yang ikonis dengan menghidupkan warna hitam menjadi elemen yang berbicara. Untuk keempat kalinya, mereka menghadirkan seri Classic Fusion Yohji Yamamoto All Black Camo. Di sini warna hitam menjadi pernyataan tegas yang filosofis. Edisi terbatas 300 buah ini dirancang dengan ketelitian yang menjadikan setiap detail sebagai keputusan artistik, bukan sekadar ornamen.
Kolaborasi ini menginterpretasikan bahwa jam tangan bukan hanya soal mode, namun mengenai visi baik Hublot dan Yohji Yamamoto dalam membangun warisan lewat dekonstruksi. Hublot pertama kali memecahkan tradisi Swiss pada tahun 1980 dengan Art of Fusion-nya, memadukan emas dengan karet, inovasi dengan warisan. Sementara itu sejak debut Yohji Yamamoto di Paris Fashion Week pada tahun 1981, ia mendefinisikan ulang konvensi mode. Ia menggunakan warna hitam sebagai respons terhadap kelebihan dan norma-norma mode. Siluet hitam dianggap revolusioner, pernyataan anti-mode yang membebaskan kreasi dari dekorasi.
Casing keramik hitam matte 42mm menyerap cahaya seperti pahatan sunyi, sementara pola kamuflase monokrom bergerak halus di atas dial, hitam di atas hitam, hidup oleh bayangan. Tali kain dan karet menyatu mulus, mempertemukan sentuhan haute couture Yohji Yamamoto dengan presisi teknis Hublot.
Bagi keduanya, hitam bukan ketiadaan, melainkan inti. “Hitam mengungkapkan apa yang benar-benar penting.” pesan Yohji Yamamoto. Ia memurnikan bentuk, membiarkan siluet dan tekstur berbicara. Di Hublot, hitam diperlakukan sebagai material yang hidup; diukir, dilipat, dilapisi di mana setiap permukaan berinteraksi dengan cahaya. “Kemewahan bukanlah apa yang bersinar, melainkan apa yang bertahan,” ujar Julien Tornare, CEO Hublot.
Teks: Kinar Laima
Editor: Firyal Shabirah