Sudahkah Gaya Hidup Kita Mendukung Healthy Aging?

Di tengah gaya hidup urban yang serba cepat, wellness kini bukan hanya soal tampil sehat, tetapi juga menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang. Mulai dari pola makan hingga kesehatan mental, semuanya punya peran penting

Ritme hidup urban bergerak serba cepat, dan perkara wellness kini menjadi bagian dari gaya hidup banyak perempuan. Mulai dari rutin pilates setelah kerja, mindful eating, hingga semakin sadar pentingnya tidur cukup, kesehatan perlahan tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan saat sakit datang.

Menurut Dr. Tanupol Virunhagarun, Chief Executive Officer BDMS Wellness Clinic dan BDMS Wellness Resort di Thailand, perubahan ini menunjukkan bahwa perempuan kini semakin memahami pentingnya menjaga kualitas hidup sejak dini. Bukan hanya demi penampilan, tetapi juga untuk kesehatan jangka panjang. BDMS sendiri adalah jejaring operator rumah sakit swasta di Thailand, yang mengutamakan pencegahan daripada pengobatan, dengan spesialisasi dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Menuju Healthy Aging dengan Angka Life-Span dan Health Span yang Sama

Dr. Tanupol Virunhagarun, Chief Executive Officer BDMS Wellness Clinic dan BDMS Wellness Resort Thailand. Menurutnya, gaya hidup wellness kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup, tetapi cara perempuan modern menjaga kualitas hidup, energi, dan kesehatan jangka panjang sejak usia muda.

Salah satu perubahan terbesar yang kini terjadi di Asia adalah meningkatnya aging society atau populasi yang semakin menua. Namun menurut Dr. Tanupol, usia panjang tidak selalu berjalan seiring dengan kondisi tubuh yang sehat.

Advertisement

“Orang-orang bisa hidup lebih lama saat ini dibanding dulu, karena obat-obatan masa kini itu lebih baik, tetapi masalahnya banyak orang tidak menjalani hidup dengan lebih sehat,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa rata-rata lifespan atau harapan hidup global berada di angka 73 tahun, sementara health span atau masa hidup sehat hanya sekitar 63 tahun.

Di Indonesia, selisih tersebut bahkan lebih jauh. Harapan hidup berada di angka 71 tahun, sementara health span diperkirakan sekitar 53 tahun. Kondisi ini membuat wellness semakin relevan karena perempuan kini tidak hanya ingin hidup lebih lama, tetapi juga tetap aktif, mandiri, dan menikmati hidup di usia lanjut. “Tujuannya adalah menyamakan angka masa hidup sehat dan harapan hidup,” katanya lagi.

Pergeseran Tren: Wellness Kini Dimulai Sejak Usia Muda

Dr. Tanupol juga melihat adanya pergeseran besar dalam cara masyarakat memandang wellness. Jika dulu wellness identik dengan kelompok usia matang atau kalangan tertentu, kini generasi muda mulai lebih peduli pada kesehatan preventif. “Wellness itu bukan hanya untuk ‘orang berumur’, tetapi juga untuk orang-orang yang lebih muda,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 disebut menjadi salah satu titik balik yang membuat banyak orang lebih sadar terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, hingga kanker yang sebagian besar berkaitan dengan pola hidup sehari-hari.

Kini, pasien wellness datang dari berbagai usia, mulai dari anak yang memahami kebutuhan nutrisi hingga perempuan yang mempersiapkan kesehatan fertilitas dan premenopause.

Menurutnya lagi, sekitar 90 persen non-communicable disease (NCD) sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan kebiasaan wellness. Kini, pasien wellness datang dari berbagai usia, mulai dari anak yang ingin memahami kebutuhan nutrisi hingga perempuan dewasa yang mulai mempersiapkan kesehatan fertilitas dan premenopause. “Semakin awal Anda memulai kebiasaan yang baik untuk kesehatan menyeluruh, semakin baik,” katanya.

Mulai dengan Menjaga Proporsi Tubuh

Agar bisa mencapai tujuan wellness dengan tepat, pastikan upaya yang dilakukan juga realistis dan diterapkan perlahan dalam rutinitas harian. Misalnya, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari.

Di tengah tren wellness yang berkembang, Dr. Tanupol menilai fondasi kesehatan tetap berasal dari kebiasaan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga proporsi tubuh tetap sehat, bukan sekadar mengejar bentuk tubuh tertentu. “Don’t get fat,” ujarnya singkat.

Ia menyarankan tidur delapan jam sebelum pukul 10 malam dengan kualitas deep sleep yang baik, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan ultra processed food seperti minuman manis berlebih. Memperbanyak sayuran juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus yang berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurutnya, kebiasaan wellness seharusnya terasa realistis dan dapat diterapkan perlahan dalam rutinitas harian.

Kesehatan Mental Menjadi Bagian Penting dari Gaya Hidup Wellness

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental dan emosional kini menjadi perhatian utama dalam wellness modern. “Faktor kunci dalam menjalani gaya hidup wellness adalah kesehatan mental,” kata Dr. Tanupol. Ia melihat banyak orang datang untuk memperbaiki kondisi tubuh, tetapi pada akhirnya juga membutuhkan pemulihan secara emosional akibat stres dan tekanan hidup sehari-hari.

Karena itu, aktivitas seperti yoga dan tai chi kerap direkomendasikan untuk membantu tubuh lebih rileks sekaligus menjaga keseimbangan pikiran. Menurutnya, gaya hidup wellness juga berkaitan dengan kesehatan spiritual, yaitu kondisi ketika seseorang merasa lebih tenang, mampu mengelola emosi, dan memiliki hubungan sosial yang positif. Hal-hal sederhana seperti tidur cukup, mengurangi stres, dan menjaga relasi baik dengan orang sekitar disebut sebagai fondasi wellness yang paling mendasar.

Pada akhirnya, kepedulian akan wellness kita bukan lagi sekadar tren gaya hidup, tetapi cara perempuan modern menjaga kualitas hidupnya di tengah rutinitas yang dinamis. Dari pola makan hingga kesehatan mental, semua menjadi bagian dari investasi jangka panjang agar tubuh dan pikiran tetap sehat di setiap fase kehidupan.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
IdeaFest 2026 Angkat Tema ReHumanize, Menempatkan Manusia di Tengah Kemajuan AI

IdeaFest 2026 Angkat Tema ReHumanize, Menempatkan Manusia di Tengah Kemajuan AI

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.