
Setiap tahun, Jakarta selalu punya satu tempat di mana para pemikir, pembuat, dan penggerak industri kreatif berkumpul. Bukan sekadar untuk bertukar kartu nama, melainkan untuk merasakan denyut masa depan. Tahun ini, IdeaFest kembali hadir untuk ke-15 kalinya. Dan seperti biasa, festival yang digelar di Jakarta Convention Center pada 4-6 September 2026 ini bukan hanya ajang seremonial. Ia adalah ruang pertemuan bagi para inovator dari berbagai bidang: film, musik, fashion, teknologi, politik, kuliner, komedi, olahraga, hingga budaya populer. Semuanya disatukan oleh satu tema besar: “ReHumanize”.
ReHumanize: Menjaga Nilai Kemanusiaan di Era Kecerdasan Buatan

Euforia kecerdasan buatan membuai banyak orang, seolah bisa menggantikan apa pun. IdeaFest 2026 memilih arah yang berbeda. Bukan menolak teknologi, melainkan mengingatkan bahwa di balik setiap algoritma, ada manusia yang menciptakannya.
Desy Bachir, Co-chair IdeaFest, menjelaskan bahwa tema ini lahir dari kegelisahan yang dirasakan banyak orang dalam dua tahun terakhir. “Selama empat belas tahun kehadiran dan tahun kelima belas ini, IdeaFest telah menjadi ruang penting bagi bertumbuhnya ide kolaborasi dan inovasi. Perkembangan industri kreatif dari tahun 2011 sampai sekarang, saya lihat sendiri pesat sekali berkembangnya dan tentunya banyak didukung oleh teknologi,” ujarnya.
Namun, ia mengakui ada pertanyaan besar yang mengganjal. “Mungkin di dalam dua tahun belakangan ini kita banyak menyimpan penasaran, pertanyaan: apakah dasar dari setiap kemajuan teknologi dan kreativitas itu tetap manusia? Menurut saya, iya. Dan itu yang mendasari tema IdeaFest tahun ini, yaitu ReHumanize.”
Hadirkan Figur Kreatif dari Berbagai Industri
IdeaFest juga mengumumkan sejumlah pembicara yang akan hadir di perhelatan ini. Mereka di antaranya adalah Lalita Setiandi (pendiri sekaligus chef owner LIT Bakehouse), Kiki Nasution (content creator sekaligus pendiri Sabda Bumi), Tsamara Fahrana (trainer EFT dan Human Design), dan Puty Puar (pendiri komunitas Buibu Baca Buku sekaligus penulis dan ilustrator).
Melalui rangkaian diskusi dan kolaborasi lintas industri, IdeaFest 2026 diharapkan dapat membuka percakapan baru mengenai masa depan industri kreatif yang tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan manusia.
“Lebih dari sekadar refleksi, ini adalah ajakan kolektif untuk semua ekosistem ekonomi kreatif untuk kembali menyadari bahwa di balik semua inovasi dan kecanggihan teknologi, selalu ada manusia yang menciptakan, menggunakan, dan merasakan dampaknya,” tutup Desy.