Tentang Keindahan yang Tidak Bertahan Selamanya
Albert Yonathan: Merekam Waktu Melalui Keramik

Albert Yonathan: Merekam Waktu Melalui Keramik

Yang paling menarik dari karya-karya Albert Yonathan Setyawan adalah kemampuannya mengubah konsep-konsep abstrak seperti waktu dan persepsi menjadi sesuatu yang terasa dekat, fisik, dan manusiawi.
Melalui Tracing Time, Albert Yonathan mengajak kita melihat waktu bukan sebagai sesuatu yang dihitung, melainkan sebagai perubahan yang terus berlangsung dan meninggalkan bekas pada setiap bentuk.

Setelah lebih dari satu dekade menetap di Jepang, Albert Yonathan Setyawan akhirnya kembali menggelar pameran tunggal di Indonesia melalui Hypnagogia | Tracing Time di ara contemporary. Dikenal sebagai perupa yang bekerja dengan medium keramik, Albert memandang tanah liat bukan sekadar material, melainkan bahasa untuk menerjemahkan gagasan tentang ruang, waktu, dan pengalaman manusia.

Ketertarikannya pada repetisi telah lama menjadi fondasi praktiknya. Melalui bentuk-bentuk yang tampak serupa namun sesungguhnya memiliki perbedaan kecil akibat proses pengerjaan manual, Albert mengeksplorasi bagaimana pola terbentuk dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, pengulangan bukan hanya metode visual, tetapi juga cara memahami dunia.

Hypnagogia: Ruang yang Kehilangan Logikanya

Terinspirasi dari hypnagogic state, momen ketika pola-pola geometris muncul di antara sadar dan tidur, Albert Yonathan Setyawan menghadirkan ruang-ruang urban yang berada di batas tipis antara logika dan imajinasi.

Bagian pertama pameran bertajuk Hypnagogia, istilah yang merujuk pada fase transisi antara sadar dan tidur. Dalam kondisi ini, seseorang kerap melihat pola-pola geometris yang berulang dalam imajinasi. Pengalaman tersebut menjadi titik berangkat Albert untuk mengamati lanskap urban yang ditemuinya sehari-hari di Tokyo.

Advertisement

“Saya sering melihat gedung apartemen yang tinggi menjulang, tumpukan jendela yang berulang, hingga struktur tangga yang bertumpuk. Secara logis ruang-ruang ini memiliki fungsi yang jelas, tetapi ketika dilihat secara keseluruhan, logikanya seperti hilang,” ujarnya.

Melalui keramik terracotta dan gambar-gambar di atas kertas, Albert membangun ruang-ruang yang terasa akrab sekaligus ganjil. Tangga menuju jalan buntu, jendela yang menghadap ruang kosong, dan perspektif yang saling bertabrakan menghadirkan suasana yang menyerupai mimpi. Di sini, ruang tidak lagi menjadi sesuatu yang statis, melainkan cerminan kondisi psikologis yang terus berubah.

Tracing Time: Ketika Waktu Mengikis Bentuk

Praktik Albert Yonathan Setyawan berangkat dari hal-hal yang tampak sederhana: pengulangan bentuk, rutinitas sehari-hari, dan material tanah liat. Namun dari sana, ia membangun refleksi tentang bagaimana kita hidup, mengingat, dan berubah.

Jika Hypnagogia berbicara tentang ruang, maka Tracing Time berfokus pada waktu. Albert berangkat dari teknik cetak cor yang lazim digunakan dalam praktik keramik. Namun alih-alih mengganti cetakan yang mulai aus, ia membiarkannya terus digunakan.

“Biasanya ketika cetakan mulai rusak, saya akan membuat yang baru agar bentuknya tetap konsisten. Kali ini saya memilih membiarkan cetakan itu tereduksi secara alami,” katanya.

Keputusan ini menghasilkan rangkaian objek yang perlahan kehilangan detailnya. Bentuk yang awalnya jelas lambat laun menjadi samar, seolah identitasnya terkikis sedikit demi sedikit. Melalui proses tersebut, waktu tidak lagi direpresentasikan melalui angka atau kalender, melainkan melalui perubahan fisik yang terjadi di depan mata.

Pada akhirnya, karya-karya Albert berbicara tentang sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana ruang membentuk cara kita merasakan dunia, dan bagaimana waktu perlahan mengubah segala sesuatu tanpa pernah benar-benar bisa dihentikan. Seperti tanah yang dibakar menjadi keramik, hidup pun selalu berada dalam proses transformasi yang terus berlangsung.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Tentang Keindahan yang Tidak Bertahan Selamanya

Tentang Keindahan yang Tidak Bertahan Selamanya

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.