Albert Yonathan: Merekam Waktu Melalui Keramik
ArtScience: 9 Film Pilihan di Sustainable Futures Film Festival 2026, dari Dokumenter hingga Animasi

ArtScience: 9 Film Pilihan di Sustainable Futures Film Festival 2026, dari Dokumenter hingga Animasi

Dari Laut Dalam hingga Krisis Iklim, Ini 9 Film Sorotan Sustainable Futures Film Festival 2026 di ArtScience Museum Singapore

ArtScience Museum Singapura menghadirkan “Sustainable Futures Film Festival” yang berlangsung pada 12 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh pemutaran film dapat dinikmati secara gratis di ArtScience Cinema, Level 4, dan terbagi ke dalam tiga tema besar: Uncharted Waters, Hidden Connections, dan Deep Imagination. Berikut beberapa film yang layak masuk daftar tonton Anda.

1. A Life Illuminated (2025)

Melalui A Life Illuminated, sutradara Tasha van Zandt mengikuti perjalanan ahli biologi laut Edith Widder yang menghabiskan hidupnya meneliti bioluminesensi di laut dalam. Dokumenter ini tidak hanya merekam penemuan ilmiah, tetapi juga menghadirkan potret tentang rasa ingin tahu, ketekunan, dan urgensi menjaga ekosistem laut yang masih menyimpan banyak misteri.

2. How Deep is Your Love (2025)

Dalam film dokumenter garapan Eleanor Mortimer, sekelompok ilmuwan berpacu dengan waktu untuk mengidentifikasi spesies laut dalam sebelum aktivitas penambangan dimulai. Hasilnya adalah film yang puitis sekaligus mengkhawatirkan tentang kehidupan yang mungkin menghilang sebelum sempat dikenali.

Advertisement

3. OceanXplorers (2024)

Melalui serial produksi National Geographic ini, para pembuat film mendokumentasikan misi para ilmuwan dan penjelajah di atas kapal OceanXplorer. Penonton diajak menyaksikan lanskap laut dalam yang menyerupai dunia lain sekaligus memahami bagaimana teknologi membantu membuka wilayah yang selama ini tersembunyi dari pandangan manusia.

4. The Fish Tale (2022)

Sutradara Shuichi Okita mengadaptasi kisah hidup Sakana-kun menjadi film yang hangat dan jenaka. Lewat tokoh yang begitu mencintai ikan, The Fish Tale berbicara tentang keberanian mengikuti passion dan menemukan jalan hidup yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang.

5. Deep Sea (2023)

Melalui visual animasi yang memukau, sutradara Tian Xiaopeng menghadirkan perjalanan seorang gadis muda ke dunia bawah laut yang fantastis. Di balik tampilannya yang penuh warna, film ini sesungguhnya berbicara tentang kehilangan, kesedihan, dan proses penyembuhan.

6. The Life Aquatic with Steve Zissou (2004)

Dalam film klasiknya, Wes Anderson mengubah lautan menjadi panggung petualangan yang absurd sekaligus melankolis. Mengikuti oseanografer eksentrik Steve Zissou, film ini memadukan humor khas Anderson dengan refleksi tentang obsesi, persahabatan, dan pencarian makna.

7. Future Council (2024)

Sutradara Damon Gameau menempatkan para aktivis iklim muda di garis depan percakapan tentang masa depan bumi. Lewat suara generasi yang akan mewarisi dampak krisis lingkungan, film ini menjadi seruan kuat untuk bertindak sebelum terlambat.

8. Climate in Therapy (2025)

Melalui pendekatan yang intim, Nathan Grossman mengangkat fenomena kecemasan iklim melalui percakapan antara terapis dan pasien. Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana krisis ekologis tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan mental manusia.

9. Blue Carbon: Nature’s Hidden Power (2023)

Dalam dokumenter karya Nicolas Brown, ekosistem mangrove, padang lamun, dan rawa asin tampil sebagai pahlawan yang sering terlupakan dalam upaya menghadapi perubahan iklim. Film ini menunjukkan bagaimana solusi berbasis alam dapat memainkan peran penting dalam menjaga masa depan bumi.

Melalui beragam pendekatan, mulai dari dokumenter ilmiah hingga animasi dan film fiksi, Sustainable Futures Film Festival menunjukkan bahwa isu keberlanjutan tidak hanya dapat dipahami melalui data dan penelitian, tetapi juga melalui cerita-cerita yang menyentuh sisi emosional manusia.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Albert Yonathan: Merekam Waktu Melalui Keramik

Albert Yonathan: Merekam Waktu Melalui Keramik

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.