5 Alasan Loungewear Layak Menjadi Andalan Sehari-hari
Moire Bespoke Rugs Hadir dalam Paviliun Kolaboratif “Tapak Tumbuh” di JIA Curated 2026

Moire Bespoke Rugs Hadir dalam Paviliun Kolaboratif “Tapak Tumbuh” di JIA Curated 2026

Bagaimana jika sebuah karpet tidak lagi dipandang sebagai pelengkap interior, melainkan titik awal untuk memahami perjalanan sebuah material dan hubungannya dengan alam?
Moire Bespoke Rugs Hadir dalam Paviliun Kolaboratif Tapak Tumbuh di JIA Curated 2026 (1)

JIA Curated 2026 kembali digelar pada 13 hingga 17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, dengan mengangkat tema “Nature Weave”. Pada edisi kali ini, Moire Bespoke Rugs bersama desainer produk Eugenio Hendro memperkenalkan paviliun Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends, sebuah eksplorasi material yang mengajak pengunjung menelusuri proses transformasi alam menjadi karya desain.

Menyusuri Jejak Transformasi Material

Bagi Eugenio Hendro, paviliun ini berangkat dari keinginan untuk memahami hubungan manusia dengan alam yang dapat diterjemahkan melalui sebuah karya desain. “Kami mencoba berpikir bagaimana hubungan antara manusia dengan alam itu bisa muncul dalam sebuah produk atau karya desain,” ujarnya. “Intinya adalah bagaimana manusia yang memproduksi material apa pun tetap bisa terhubung dengan alam dan tetap menghargainya secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai material seperti akar, daun, serat alami, tanah, logam, hingga sekam padi. Alih-alih menonjolkan hasil akhirnya, Tapak Tumbuh memperlihatkan proses transformasi yang dilalui setiap material.

Advertisement

“Yang menarik buat kami bukan produk akhirnya, tetapi cerita, proses, dan transformasinya. Dari tanah sampai menjadi tiles, misalnya, ada perjalanan panjang yang akhirnya ikut membentuk peradaban dan arsitektur,” lanjut Eugenio.

Mengubah Cara Pandang terhadap Karpet

Moire Bespoke Rugs Hadir dalam Paviliun Kolaboratif Tapak Tumbuh di JIA Curated 2026 (tama florentina)
Karpet bukan lagi diposisikan sebagai pelengkap di tahap akhir proyek. Tama Florentina, Direktur PT Hesitada Inti Design yang menaungi Moire Bespoke Rugs, mengatakan bahwa lewat Tapak Tumbuh, Moire Bespoke Rugs menunjukkan bagaimana tekstil dapat menjadi bagian dari konsep ruang sejak proses perancangan dimulai.

Eksplorasi tersebut juga menjadi langkah Moire Bespoke Rugs untuk memperluas cara pandang terhadap material tekstil. Direktur PT Hesitada Inti Design yang menaungi Moire Bespoke Rugs, Tama Florentina, mengatakan bahwa instalasi ini mencerminkan arah eksplorasi material perusahaan ke depan.

“Melalui instalasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa material alami dan tekstil merupakan bagian dari ekosistem ruang yang hidup,” katanya.

Ia mengakui, dalam banyak proyek interior, karpet masih sering dipertimbangkan ketika anggaran hampir habis. Karena itu, Moire ingin memperlihatkan bahwa karpet dapat dirancang sejak awal agar mampu memperkuat konsep ruang sekaligus menyesuaikan kebutuhan penghuninya, mulai dari material antialergi hingga pilihan yang ramah untuk rumah dengan hewan peliharaan. Menurut Tama, Tapak Tumbuh juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan berbagai teknik dan craftsmanship yang selama ini menjadi identitas Moire.

Kolaborasi yang Saling Melengkapi

Paviliun ini juga melibatkan sejumlah kolaborator yang memperkuat narasi transformasi material. Planawood mengolah limbah sekam padi menjadi struktur paviliun, Singres Tiles menghadirkan hand-pressed tiles edisi khusus berbasis tanah, sementara Presisi Contractor menerjemahkan seluruh gagasan menjadi konstruksi yang presisi. Seluruh kontribusi tersebut dirangkai dalam visi konseptual yang dirancang Eugenio Hendro.

Melalui kolaborasi ini, Tapak Tumbuh menawarkan pengalaman yang menghubungkan desain, material, dan alam dalam satu lanskap yang terus bertumbuh. Instalasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kerajinan, inovasi material, dan proses kreatif dapat saling melengkapi dalam membentuk cara baru memandang sebuah karya desain.

Kehadiran Moire Bespoke Rugs di JIA Curated 2026 memperlihatkan bagaimana material tekstil dapat membuka percakapan mengenai asal-usul, proses, dan tanggung jawab terhadap alam. Lewat Tapak Tumbuh, pengunjung diajak melihat bahwa setiap material menyimpan perjalanan yang membentuk nilai sebuah desain sejak awal proses penciptaannya.

Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
pexels-cottonbro-5852517

5 Alasan Loungewear Layak Menjadi Andalan Sehari-hari

Advertisement

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.