ara contemporary Hadirkan Dua Pameran Seni, Soroti: Dualitas Duka, Maskulinitas, dan Benda Penuh Makna
Menabung atau Berinvestasi, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Tepat untuk Fase Kehidupan Kita?

Menabung atau Berinvestasi, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Tepat untuk Fase Kehidupan Kita?

Financial mindfulness dimulai dari kesadaran bahwa setiap keputusan finansial memiliki tujuan, jangka waktu, dan konsekuensi yang berbeda.
perbedaan antara menabung dengan investasi

Perbincangan tentang kesehatan dan wellbeing biasanya membawa kita kepada pembahasan tentang tidur yang cukup, makanan bergizi, olahraga, atau memberi waktu untuk diri sendiri. Namun, rasa tenang dalam menjalani hidup juga dapat dipengaruhi oleh cara kita mengelola keuangan. Perkara mengelola keuangan ini, banyak orang yang masih menggunakan istilah “menabung” dan berinvestasi” secara bergantian, padahal keduanya berbeda.

“Perbedaannya terletak pada tujuan dan jangka waktu,” jelas financial advisor Succor Asset Management. “Menabung umumnya ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek dengan risiko rendah dan akses dana yang mudah, sementara investasi dirancang untuk mengembangkan nilai uang seiring waktu.”

Memahami Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan

Anggapan umum bahwa tabungan adalah tempat paling aman untuk menyimpan seluruh uang memiliki alasan yang panjang. Menurutnya, keterbatasan paparan terhadap literasi investasi serta stigma generasional mengenai kesempatan perempuan untuk bertumbuh secara finansial ikut membentuk cara pandang tersebut.

Advertisement

“Sebagian perempuan tumbuh dengan keyakinan bahwa mengelola dan mengembangkan keuangan bukanlah peran utama mereka,” jelasnya lagi. Namun, ia melihat, semakin terbukanya akses terhadap informasi membuat perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil kendali atas keputusan finansialnya sendiri.

“Kini semakin tinggi kesadaran bahwa pengelolaan dana yang lebih optimal, yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan masing-masing, adalah hal yang sepenuhnya bisa mereka kuasai sendiri,” ujarnya.

Setiap Fase Membutuhkan Strategi Berbeda

Kebutuhan finansial sejatinya tidak berhenti pada satu fase kehidupan. Masa lajang, pernikahan, membangun keluarga, mengambil jeda karier, hingga masa pensiun membawa prioritas yang berbeda. Karena itu, strategi finansial perlu mengikuti perubahan tersebut, bukan memaksakan satu pendekatan untuk seluruh perjalanan hidup.

Ia menggambarkan pengelolaan keuangan seperti sebuah piramida. Fondasinya adalah proteksi, termasuk asuransi dan dana darurat. Tingkatan berikutnya adalah tabungan untuk kebutuhan jangka pendek (termasuk di dalamnya adalah dana darurat), kemudian investasi untuk tujuan jangka menengah dan panjang, hingga perencanaan aset di masa depan.

Memberi Ruang bagi Masa Depan

Dalam piramida tersebut, investasi dapat menjadi bagian dari upaya membangun keamanan finansial secara bertahap. Reksa dana menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan karena dana dikelola oleh manajer investasi profesional, sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi.

“Dari segi waktu, reksa dana menawarkan fleksibilitas di tengah kesibukan perempuan. Dananya dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga tidak menuntut pemantauan harian,” jelasnya.

***

Financial mindfulness bukan tentang memilih antara menabung atau berinvestasi, melainkan memahami apa yang dibutuhkan hari ini, apa yang ingin dicapai esok, dan bagaimana setiap keputusan dapat membantu menciptakan ruang untuk hidup yang ingin dijalani?

Previous Post
ara contemporary (5)

ara contemporary Hadirkan Dua Pameran Seni, Soroti: Dualitas Duka, Maskulinitas, dan Benda Penuh Makna

Advertisement
Sign in