Lutesha dan Seni Menemukan Ritme yang Lebih Pelan

Dalam fase hidupnya sekarang, Lutesha sedang belajar melambat, mengambil jeda, dan kembali mengenal dirinya sendiri.
Lutesha – DEWI x Magnum
Lutesha tentang fase hidup baru: bekerja tanpa kehilangan diri, bertumbuh tanpa terburu-buru, dan belajar bahwa slow down juga bagian dari perjalanan.

Bagi Lutesha, akting sejak awal menjadi ruang untuk mengenal sisi dirinya yang jarang muncul dalam keseharian. Ia mengaku sebagai pribadi yang pemalu dan introvert, bahkan cenderung sulit mengungkapkan kemarahan atau menyampaikan pendapat. Namun, ketika memainkan karakter yang berbeda, ia menemukan kebebasan untuk mengekspresikan emosi yang selama ini tersimpan.

“Ketika saya mencoba berbagai macam karakter, saya bisa mengekspresikan apa yang ternyata saya pendam selama ini. Lega rasanya bisa mengeluarkan semuanya,” ujar pemeran karakter Ida di film Monster Pabrik Rambut (2026) ini, usai sesi pemotretan dengan DEWI yang berkolaborasi dengan Magnum.

Tuntutan untuk Terus Berkembang

Di balik kebebasan itu, perjalanan karier juga membawa konsekuensi yang baru ia sadari belakangan. Kesempatan yang datang silih berganti membuatnya terbiasa terus bekerja tanpa sempat bertanya apakah dirinya masih baik-baik saja. 

Advertisement

“Setiap ada kesempatan, hajar terus, hajar terus,” katanya lagi. Sampai akhirnya ia mengalami burnout untuk pertama kalinya dan menyadari bahwa selama beberapa tahun ia terlalu sibuk memikirkan pekerjaan, langkah berikutnya, bahkan bagaimana caranya terus bertahan di industri. 

“Saya lupa bagaimana caranya slow down, connect sama diri sendiri, dan sekadar istirahat di rumah,” ujarnya kepada DEWI, di sela-sela pemotretan digital cover, kolaborasi dengan Magnum.

Menurutnya, tekanan itu juga datang dari kebutuhan untuk terus berkembang. Berkarier di industri perfilman dan kreatif dengan tuntutan akan kebaruannya yang konstan, Lutesha mengakui ada perasaan takut, tidak aman, dan kompetisi. Ada kalanya pula ia membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.

“Kok, kita start-nya sama, tapi kok dia lebih maju daripada saya?” Pertanyaan semacam itu kemudian berkembang menjadi dorongan untuk terus melakukan sesuatu, menciptakan kembali diri sendiri, bahkan memikirkan bagaimana harus membangun citra di tengah perubahan media sosial yang begitu cepat.

Belajar Pulang kepada Diri Sendiri

Kini, Lutesha sedang mencoba ritme yang berbeda. Ia belajar bahwa memperlambat hidup tidak selalu berarti berhenti. Ada kebutuhan untuk kembali mengenal diri sendiri setelah terlalu lama sibuk bekerja, bertemu banyak orang, dan mengejar sesuatu.

“Saya rasa caranya dengan berkenalan lagi sama diri kita,” katanya. Baginya, proses tersebut bisa dimulai dari hal sederhana: berada di rumah, melakukan hal yang disukai, menemukan hobi yang benar-benar dinikmati, dan mengingatkan diri bahwa tidak semua hal harus segera dikejar.

Ritual paginya pun kini sederhana. Ia menikmati secangkir milk tea hangat yang ia buat sendiri, kemudian berolahraga, bergantian antara gym atau pilates bersama teman. Setelahnya, ia bisa bermain bersama kucing di rumah, sebelum menghabiskan malam dengan teman-teman sambil bermain board game. Tidak ada agenda besar yang harus dicapai. Justru dari rutinitas kecil itulah ia menemukan kembali rasa hadir dalam keseharian.

Jika diberi kesempatan berbicara kepada dirinya yang lebih muda, Lutesha pun tidak akan memberikan nasihat panjang. Ia hanya ingin mengatakan, “Tenang aja, have fun, enggak usah khawatir.” Kepada dirinya saat SMP atau SMA, ia ingin mengingatkan bahwa masa depan tidak perlu dipenuhi oleh skenario buruk yang belum tentu terjadi. Ada banyak hal yang memang perlu diperjuangkan, tetapi ada pula fase ketika seseorang perlu mengizinkan dirinya menikmati hidup tanpa terus bertanya apa yang harus dilakukan berikutnya.

Bagi Lutesha, fase hidupnya sekarang memang bukan tentang berhenti bermimpi atau mengurangi ambisi. Ia hanya sedang belajar bahwa menjadi perempuan yang terus bertumbuh juga berarti mengetahui kapan harus melambat, mengambil jeda, dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk sekadar hadir.

Previous Post
5

CASA Indonesia Hadirkan The Lounge “CHROMA” di Art Jakarta 2026

Next Post
DEWI Website Terbaru (3)

Mirelle Aurellia Menorehkan Debut Global di Chanel Spring Summer 2027

Advertisement
Sign in