
Seperti mengalami déjà vu pada sebuah masa yang sebenarnya tidak pernah kita jalani, Jazz & Jasper membawa kembali bayangan era 1920-an: denting musik jazz, pesta yang berlangsung hingga larut, kilau perhiasan yang menangkap cahaya, dan perempuan dengan rambut bob pendek yang bergerak bebas mengikuti suasana. Ada sesuatu yang terasa familiar, meski datang dari hampir satu abad lalu.
Nuansa tersebut hadir dalam koleksi terbaru Sebastian Gunawan Signature, yang dipresentasikan melalui Sebastian Gunawan Signature Annual Fashion Show 2026 di Hotel Mulia Senayan. Terinspirasi dari glamor Jazz Age dan pengaruh Art Deco, koleksi ini tidak sekadar mengulang gaya masa lalu, melainkan mengolah kembali karakter era tersebut melalui siluet, material, dan detail yang khas Sebastian Gunawan.
Bayangan perempuan 1920-an semakin terasa melalui referensi Josephine Baker, salah satu figur ikonik pada masa itu. Sosok Baker dikenal lewat penampilan panggungnya yang ekspresif, sekaligus gaya rambut Eton crop yang sangat pendek dan licin, yang menjadi bagian dari gambaran perempuan modern pada zamannya.
Nostalgia itu kemudian berlanjut pada beauty look. Rambut bob pendek, beberapa dengan poni, menghadirkan kembali salah satu perubahan visual paling kuat pada dekade tersebut. Setelah lama identik dengan rambut panjang dan tatanan yang lebih rumit, perempuan mulai tampil dengan potongan rambut yang lebih pendek, dari bob hingga Eton crop. Perubahan ini menjadi bagian dari wajah baru perempuan pada era Jazz Age.
Tiga Detail yang Membawa Jazz & Jasper ke Era 1920-an
1. Nuansa yang terasa seperti Jazz Age

Low waist, rok berumbai, tailoring, tulip skirt, hingga siluet cocoon hadir dalam beragam proporsi. Pergantian bentuk membuat koleksi terasa hidup, seperti melihat karakter berbeda dalam sebuah malam panjang di era Jazz Age.
2. Josephine Baker sebagai referensi visual

Karakter perempuan yang berani dan ekspresif terasa dalam beberapa tampilan, mengingatkan pada gaya panggung Josephine Baker. Referensi tersebut tidak diterjemahkan sebagai kostum, melainkan disaring menjadi siluet, gerak, dan detail yang lebih kontemporer.
3. Beauty, perhiasan, dan aksesori yang melengkap

Rambut bob pendek dengan poni memperkuat kesan 1920-an, sementara gelang emas, choker, dan aksesori berkilau menambahkan sentuhan glamor. Ballet heels yang dikenakan bersama beberapa tampilan juga memberi keseimbangan pada busana yang kaya detail.
Keseluruhan elemen tersebut membuat Jazz & Jasper terasa seperti satu dunia yang utuh. Busana, rambut, perhiasan, hingga alas kaki saling melengkapi untuk membawa kembali suasana era Jazz Age, tanpa membuat koleksi kehilangan relevansinya untuk masa kini.

Pada akhirnya, kekuatan koleksi ini terletak pada cara Sebastian Gunawan mengolah referensi masa lalu menjadi sesuatu yang tetap terasa sebagai karyanya. Ada kemewahan era 1920-an, karakter perempuan seperti Josephine Baker, serta detail yang mengingatkan pada pesta-pesta masa itu, tetapi semuanya hadir melalui bahasa desain yang lebih personal dan kontemporer.