
Di Grand Hyatt Bali, makan bukan sekadar jeda di antara agenda liburan. Menariknya, satu hari saja sudah cukup untuk membawa tamu berpindah dari cita rasa Nusantara ke Jepang, Italia, India, hingga hidangan internasional tanpa perlu meninggalkan area resor.
Di Nusa Dua, pilihan bersantap tersebut hadir dalam ruang dengan karakter yang berbeda. Ada yang mengandalkan suasana, ada yang menonjolkan budaya lokal, dan ada pula yang cukup menawarkan tempat untuk duduk lebih lama sambil menikmati Bali.
Memulai Hari dengan Cita Rasa Indonesia

Pagi dapat dimulai di Watercourt, restoran yang mengambil inspirasi dari istana air Bali. Suasananya membawa nuansa tradisional, sementara menu yang disajikan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia dari berbagai daerah.
Salah satunya Jimbaran Bay Seafood Platter, berisi lobster, ikan putih, tiram, cumi-cumi, dan udang. Ada pula megibung untuk dinikmati bersama, serta ayam bakar biromaru dan bebek kalio yang menghadirkan cita rasa khas Nusantara.
Pilihan lainnya hadir di Garden Café melalui konsep prasmanan sepanjang hari. Menu Asia, India, Tionghoa, dan Barat berganti setiap hari, dengan pilihan seperti Yang Chow Fried Rice, Kung Pao Chicken, Tandoori Chicken, Roasted Pumpkin and Sage, dan Sop Buntut.
Chinese Roasted Duck dan Indian Rara Gosht menjadi dua hidangan yang patut dicoba, sebelum ditutup dengan Egg Tart khas restoran ini. Variasi menu membuat waktu makan terasa seperti bagian dari eksplorasi, bukan sekadar rutinitas selama menginap.
Menikmati Langgam Latin di Salsa Verde

Ketika hari mulai melambat, Salsa Verde menawarkan suasana yang berbeda. Berada di tepi pantai, restoran ini menyajikan hidangan Italia dalam atmosfer santai yang cocok untuk menikmati sore hingga malam.
Pilihan seperti Grilled Beef Skewers, Roast Spring Chicken, dan Pan-Seared Barramundi dapat dinikmati sambil ditemani pemandangan pesisir. Di sini, waktu makan terasa lebih dekat dengan ritme liburan yang sebenarnya: pelan dan tanpa banyak tuntutan.
Jepang yang Lebih Tenang, Bali yang Lebih Dekat

Di Nampu, pengalaman bersantap Jepang hadir dalam suasana yang lebih tenang. Interior restoran berpadu dengan pemandangan hijau, sementara area teppanyaki memberikan kesempatan bagi tamu untuk melihat langsung keterampilan para koki.
Wagyu Premium, tempura, sashimi, hingga koleksi sake menjadi bagian dari pilihannya. Pengalaman tersebut terasa lebih personal karena makanan menjadi pusat perhatian, tanpa harus mengorbankan suasana.
Sementara itu, Pasar Senggol membawa pengalaman yang lebih dekat dengan budaya Bali. Konsepnya menggabungkan hidangan Indonesia dengan pertunjukan seperti Tari Cendrawasih, Tari Api, Kecak Ramayana, Joged Bumbung, dan Tari Baris.
Kehadiran pelaku UMKM lokal juga membuat suasananya berbeda. Makan malam tidak berhenti pada apa yang ada di meja, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat, merasakan, dan mengenal lebih dekat budaya yang menjadi bagian dari Bali.
Senandung Tropis Antara Kolam dan Pantai

Ada juga momen ketika liburan hanya membutuhkan minuman dingin dan tempat yang nyaman. Bar Kolam menawarkan koktail, minuman tanpa alkohol, minuman serut, serta kudapan ringan yang dapat dinikmati di antara kolam, taman tropis, dan pantai.
Untuk mereka yang ingin menikmati suasana dengan lebih privat, Elevated Beach Cabanas menawarkan kabana baru di sekitar area kolam. Ruang ini dirancang untuk membuat waktu di bawah matahari Bali terasa lebih nyaman tanpa perlu meninggalkan area resor.
Bagi anggota World of Hyatt, setiap pengeluaran sebesar USD 1 untuk pengalaman bersantap menghasilkan 5 poin. Hingga 30 September 2026, tersedia pula penawaran 2X Bonus Points untuk pengeluaran bersantap dan takeaway yang memenuhi ketentuan, termasuk minimum USD 10 untuk transaksi non-menginap.
Pada akhirnya, hal menarik dari pilihan bersantap di Grand Hyatt Bali bukan hanya jumlah restoran yang tersedia. Setiap tempat menawarkan cara berbeda untuk menikmati satu hari, dari sarapan dengan cita rasa Nusantara hingga malam yang ditemani pertunjukan budaya Bali.
Teks: Cut Rashya Zebina L. Shiddiqie
Editor: Akib Aryo Utomo