
Menjelang menstruasi, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi suasana hati, energi, hingga pola tidur. Namun, beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat membuat gejala pre menstrual syndrome (PMS) terasa semakin berat.
Mulai dari kurang tidur hingga terlalu banyak mengonsumsi kafein, berikut beberapa kebiasaan yang mungkin perlu kita perhatikan menjelang menstruasi.
1. Mengabaikan Waktu Tidur
Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lebih lelah dan memengaruhi suasana hati. Menjelang menstruasi, ketika perubahan mood dan rasa lelah sudah menjadi bagian dari PMS, tidur yang tidak cukup dapat membuat tubuh terasa semakin tidak nyaman. Menjaga waktu tidur yang konsisten dapat membantu tubuh mendapatkan istirahat yang dibutuhkan.
2. Membiarkan Stres Menumpuk
Deadline, pekerjaan, hingga berbagai urusan sehari-hari tetap berjalan meski tubuh sedang mengalami perubahan hormonal. Ketika stres ikut menumpuk, gejala PMS dapat terasa semakin mengganggu. Memberikan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang menenangkan, atau sekadar mengambil jeda dapat membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik.
3. Sering Melewatkan Waktu Makan
Kesibukan terkadang membuat kita menunda sarapan atau melewatkan waktu makan. Padahal, pola makan yang tidak teratur dapat membuat rasa lapar dan perubahan nafsu makan semakin sulit dikendalikan. Menjaga waktu makan tetap teratur serta memilih makanan yang seimbang dapat membantu tubuh melewati masa PMS dengan lebih nyaman.
4. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein
Secangkir kopi mungkin terasa seperti penyelamat ketika energi mulai menurun. Namun, terlalu banyak kafein dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat sebagian orang merasa lebih gelisah. Jika PMS terasa lebih berat setelah mengonsumsi kopi, mungkin sudah waktunya memperhatikan kembali jumlah kafein yang dikonsumsi.
5. Berhenti Bergerak Sama Sekali
Ketika tubuh terasa lelah dan tidak nyaman, menghabiskan waktu di tempat tidur memang terdengar menyenangkan. Namun, tetap aktif secara fisik justru dapat membantu meredakan beberapa gejala PMS, termasuk rasa lelah dan perubahan suasana hati. Tidak perlu olahraga berat, berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan pun dapat menjadi pilihan.
6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam dan Gula
Keinginan untuk menyantap makanan tertentu menjelang menstruasi merupakan hal yang cukup umum. Namun, terlalu banyak makanan tinggi garam dapat membuat retensi cairan dan rasa kembung semakin terasa, sementara pola makan tinggi gula juga dapat memengaruhi energi dan suasana hati. Bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi menjaga pola makan tetap seimbang dapat membantu.
7. Mengabaikan Sinyal dari Tubuh
PMS mungkin merupakan bagian dari siklus menstruasi, tetapi bukan berarti semua rasa tidak nyaman harus selalu ditahan. Dengan memperhatikan pola gejala setiap bulan, kita dapat lebih memahami apa yang dibutuhkan tubuh dan kebiasaan apa yang mungkin membuatnya terasa lebih berat. Jika gejala PMS sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga medis juga dapat menjadi langkah yang tepat.
Pada akhirnya, memahami PMS bukan tentang membuat tubuh selalu terasa baik-baik saja. Ini tentang belajar mengenali perubahan yang terjadi dan memberikan tubuh sedikit lebih banyak perhatian ketika memang membutuhkannya.
Teks = Lunetta Maliha
Editor = Mardyana Ulva