CASA Indonesia Hadirkan The Lounge “CHROMA” di Art Jakarta 2026

Mengusung tema “CHROMA”, The Lounge by CASA mengeksplorasi warna melalui empat interpretasi desain di Art Jakarta 2026.
5

Perhelatan seni tahunan Art Jakarta tahun ini, CASA Indonesia menghadirkan The Lounge by CASA dengan tema “CHROMA”, yang mengeksplorasi warna sebagai elemen yang dapat membentuk karakter, atmosfer, dan pengalaman dalam ruang. Konsep tersebut diterjemahkan melalui empat area yang dikerjakan oleh empat studio desain, yakni Studio Talk, K. Thengono Design Studio, Rumanara, dan Spatial Sonata. Masing-masing menghadirkan interpretasi berbeda melalui warna, bentuk, material, tekstur, hingga permainan perspektif.

Declaration: Bold dan Playful

1

Studio Talk menghadirkan Declaration dengan warna merah yang bold dan ekspresif. Bentuk geometris serta elemen yang terinspirasi dari permainan Ludo menciptakan suasana yang playful dan dinamis. Area ini mengeksplorasi bagaimana warna dan bentuk dapat memberikan karakter kuat pada sebuah ruang.

Expression: Spontan dan Ekspresif

2

Melalui Expression, K. Thengono Design Studio mengeksplorasi warna kuning dengan bentuk yang lebih cair. Pendekatannya terinspirasi dari spontanitas dan memori masa kanak-kanak, menghasilkan ruang yang terasa personal, ekspresif, dan penuh energi.

Advertisement

Dimension: Tenang dan Immersive

3

Rumanara menghadirkan Dimension dengan warna hijau yang terinspirasi dari alam. Perpaduan material, tekstur, dan cahaya menciptakan suasana yang lebih tenang dan immersive. Konsepnya juga mengambil referensi dari karya Green Wheat Field with Cypress karya Vincent van Gogh, menerjemahkan lanskap ke dalam pengalaman ruang.

Illusion: Bermain dengan Perspektif

4

Sementara itu, Spatial Sonata menerjemahkan Illusion melalui warna biru dan permainan perspektif. Elemen arsitektur dan furnitur disusun ulang untuk menciptakan pengalaman ruang yang tidak terduga, sekaligus mengajak pengunjung melihat fungsi dan bentuk dari sudut pandang berbeda.

Melalui The Lounge by CASA, CHROMA menunjukkan bagaimana warna dapat menjadi lebih dari sekadar elemen visual. Ketika berpadu dengan bentuk, material, cahaya, dan perspektif, warna dapat membentuk cara seseorang merasakan dan mengalami sebuah ruang.

Teks: Lunetta Maliha
Editor: Mardyana Ulva

Previous Post
Aman Residences, Amanolu_Double Beach Island Residence

Aman Akan Membuka Bab Baru di Vaavu Atoll Lewat Amanolu

Next Post
Lutesha – DEWI x Magnum

Lutesha dan Seni Menemukan Ritme yang Lebih Pelan

Advertisement
Sign in