Satyanara Membuka Ruang bagi Seni dan Budaya Lintas Asia

Satyanara menghadirkan tiga pameran yang mengeksplorasi seni kontemporer, warisan budaya, dan pertukaran gagasan lintas Asia.
satyanaea

Satyanara resmi dibuka di Kedewatan, Ubud, Bali. Destinasi seni terpadu di bawah naungan Yayasan Satya Djaya Raya ini merupakan ruang yang mempertemukan seni kontemporer, budaya, dan komunitas melalui berbagai pameran dan program kreatif.

Ruang Seni dan Budaya di Ubud

satyanara (3)

Berada di perbukitan di atas Sungai Ayung dan dikelilingi persawahan, ruang ini mempertemukan seni, pengetahuan, dan komunitas melalui diskusi, lokakarya, pemutaran film, hingga pertunjukan.

Satyanara memiliki tiga galeri, amfiteater, ruang workshop, studio, fasilitas residensi seniman, kafe, dan area retail untuk mendukung perkembangan seni serta kolaborasi kreatif.

Advertisement

Tiga Pameran Menandai Pembukaan Satyanara

satyanara (2)

Pembukaan Satyanara ditandai dengan tiga pameran. “Ubud Art Ground #2: Letters to Colour”, dengan teks kuratorial oleh Hendra Wiyanto, menelusuri perkembangan warna dalam seni tradisional, modern, hingga kontemporer Indonesia. Pameran ini berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 24 Januari 2027.

Ada pula pameran bertajuk “Fluid Kinship”, yang dikuratori oleh Mella Jaarsma dan Yipei Lee, mengeksplorasi hubungan antara budaya, sejarah, ekologi, dan pergerakan manusia melalui perspektif enam negara. Pameran ini berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 30 April 2027.

Sementara itu, A Brush Between Worlds menghadirkan sejarah kaligrafi Tiongkok melalui peralatan kaligrafi the Four Treasures of the Study, serta koleksi lukisan dan ukiran cap milik mendiang Profesor Chou Chen, pakar kaligrafi Tiongkok yang pernah menjalani residensi di Bali.

Mendukung Perkembangan Seni di Ubud

satyanara

Satyanara terbuka bagi seniman, kolektor, peneliti, pelajar, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ruang pamer, destinasi ini mendukung riset, pengembangan praktik seni, dan pertukaran budaya lintas Asia. Seluruh area juga dirancang agar dapat diakses oleh pengguna kursi roda.

Melalui pameran dan berbagai program kreatif, Satyanara berupaya memperkuat perkembangan seni kontemporer sekaligus membangun koneksi budaya lintas generasi di Ubud.

Teks: Lunetta Maliha
Editor: Mardyana Ulva

Previous Post
8

Fashion KODE Membawa Gelap Ruang Jiwa, Jenama Perhiasan Indonesia ke Seoul

Advertisement
Sign in