
Tenun Nusantara menemukan bahasa baru di panggung Fashion Nation Senayan City 20th Anniversary melalui LUNGSARA, persembahan Cita Tenun Indonesia yang mempertemukan kekayaan tradisi dengan interpretasi tiga jenama muda. Berakar dari kata lungsin, benang dasar dalam tenun, dan sara yang berarti esensi, LUNGSARA menjadi refleksi tentang akar budaya yang terus berkembang mengikuti zaman melalui ragam ekspresi dan desain.
Saroong Atelier: Dimensi Tenun Bali

Saroong Atelier membawa Endek Bali 3D dan Tenun Rangrang khas Nusa Penida ke dalam 12 busana wanita. Karakter kain yang kaya tekstur dari Endek Bali 3D dan motif geometris Tenun Rangrang dipadukan dengan siluet kontemporer, siluet asimetris, serta sentuhan vintage melahirkan pertemuan gaya perempuan Indonesia era 1920-an dengan gaya urban modern masyarakat Jakarta saat ini.
OTHMAN: Tenun Sobi yang Modern

OTHMAN menghadirkan 12 busana pria menggunakan Tenun Sobi dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Sang label menerjemahkan kembali karakter tenun tradisional ke dalam busana pria yang refined, kontemporer, dan segar. Pendekatan conscious craftsmanship khas sang label turut diwujudkan melalui pengolahan kembali sisa kain pabrik berkualitas yang dipertemukan dengan jejak tradisi tenun.
KMK by Karel Karuniawan: Eksplorasi Tenun Baduy

KMK by Karel Karuniawan menerjemahkan Tenun Baduy dan Tenun Jepara hadir dalam 12 karya yang terdiri dari delapan busana wanita dan empat busana pria. Membawa semangat Avant Garde, sang label mengeksplorasi volume, layering, tekstur, serta proporsi yang tidak konvensional. Kesederhanaan geometris Tenun Baduy pun mendapatkan interpretasi yang lebih eksperimental.
Melalui tangan ketiga jenama muda ini, LUNGSARA menunjukkan bahwa warisan tekstil Nusantara dapat terus berakar sekaligus bergerak, menemukan bentuk baru tanpa kehilangan esensinya.