
Fotografi dan busana bertemu dalam Beyond the Frame: Indra Leonardi for MASSHIRO&co., kolaborasi yang menerjemahkan karya fotografi Indra Leonardi ke dalam pakaian sehari-hari. Berangkat dari Project 365, proyek fotografi personal Indra, kolaborasi ini berkembang melalui eksplorasi visual dan material bersama MASSHIRO&co.
Dari Project 365 ke Kolaborasi Busana

Project 365 merekam keseharian Indra selama setahun, dari usia 59 hingga 60 tahun, melalui fotografi hitam-putih dengan estetika samar. Proyek ini menjadi awal perkenalannya dengan MASSHIRO&co., sebelum keduanya kembali bertemu dalam pameran peringatan 10 tahun merek tersebut.
“Proyek kolaborasi ini berawal dari Project 365 yang saya kerjakan dua tahun lalu di Ashta. waktu saya motret dari umur 59 sampai umur 60 selama setahun. Nah, fotonya itu semua hitam putih dan visualnya samar. Momen tersebut menjadi awal perkenalan saya dengan MASSHIRO&co. hingga muncul gagasan untuk berkolaborasi,” jelasnya
Dalam pameran tersebut, Indra membuat dua karya seni, termasuk cetak lentikular yang memanfaatkan potongan pola dari salah satu busana ikonis MASSHIRO&co. Karya tersebut kemudian memicu diskusi lebih lanjut mengenai kemungkinan membawa fotografi ke dalam koleksi pakaian.
Katharina Inkiriwang, CEO MASSHIRO&co., menjelaskan bahwa diskusi bersama Indra telah dimulai pada 2024. Gagasan tersebut akhirnya menemukan bentuk yang tepat tahun ini, berangkat dari karya fotografi yang dibuat untuk pameran satu dekade MASSHIRO&co. dan berkembang menjadi kolaborasi produk.
“Awal mula diskusi kami dengan mas Indra terjadi pada tahun 2024. Saat itu kami sudah mulai mencoba-coba, tetapi masih berusaha menentukan karya mana yang akan dipakai dan bagaimana metode penerapannya,” kenang Katharina.
“Momen dan pengalaman keseluruhannya baru benar-benar terasa pas pada tahun ini, karena kami ingin memulainya dari pameran peringatan 10 tahun kami,” sambungnya. “Saat itu mas Indra membuat karya seni fotografi polamono dari produk ikonis kami, Cha. Berangkat dari foto ikonis tersebut, kami melanjutkannya ke kolaborasi produk, sehingga semuanya menjadi satu kesatuan yang utuh dalam proses produksinya.”
Proses Menerjemahkan Fotografi ke dalam Busana

Koleksi kolaborasi antara MASSHIRO&co. dan Indra Leonardi ini menggunakan foto-foto pilihan dari Project 365. Bagi Indra, proses penerapannya membutuhkan diskusi dan percobaan berulang untuk menentukan komposisi warna, tata letak visual, serta kontras cetak agar karakter fotografi tetap terjaga pada pakaian.
“Gambar yang diterapkan pada koleksi kali ini merupakan kurasi foto dari Project 365. Proses perancangannya melibatkan diskusi intensif dan uji coba berulang kali bersama MASSHIRO&co., terutama dalam menentukan komposisi warna, tata letak visual, serta kontras pencetakan foto. Akhirnya koleksi ini bisa terwujud dan saya sangat puas dengan hasil akhirnya,” jelas sang fotografer.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mempertahankan ketajaman visual pada berbagai jenis bahan. Foto dicetak pada bahan katun sebagai cetakan mandiri, kemudian diaplikasikan pada pakaian. Proses aplikasi dan penjahitan dilakukan secara manual oleh tim studio internal MASSHIRO&co., memberikan perhatian khusus pada detail dan keaslian karya.
Blank Canvas dan Interpretasi Personal
Bagi MASSHIRO&co., kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seorang seniman menerjemahkan pendekatan blank canvas ke dalam busana. Kesederhanaan, palet warna monokrom, dan prinsip less is more dalam karya Indra dinilai selaras dengan karakter merek tersebut.
“Setiap kali MASSHIRO&co. melakukan kolaborasi dengan seniman atau desainer, kami selalu mengangkat interpretasi mereka terhadap pendekatan ‘kanvas kosong’ milik kami. Kami ingin melihat dari sudut pandang Mas Indra, seperti apa wujud koleksi yang layak dikoleksi hasil kolaborasi dengan MASSHIRO&co,” jelas Katharina lagi.
“Dalam hal ini, prosesnya terasa sangat berkesinambungan karena palet warna Mas Indra sangat selaras—mulai dari kesederhanaannya, prinsip less is more, hingga room for discovery, dan interpretasi,” sambungnya.
Katharina juga melihat potensi koleksi ini sebagai karya yang layak dikoleksi. Perbedaan teknik aplikasi pada setiap pakaian memungkinkan foto yang sama hadir dengan karakter berbeda, sekaligus membuka ruang untuk eksplorasi dalam memadupadankan busana.
Kolaborasi ini menjadi pengalaman pertama MASSHIRO&co. bekerja sama dengan seniman setelah sebelumnya berkolaborasi dengan sesama desainer. Melalui Beyond the Frame, karya fotografi tidak lagi terbatas pada ruang pamer, tetapi hadir dalam keseharian melalui busana yang mempertemukan seni dan desain. Koleksi ini terdiri dari tujuh produk, yakni lima gaya kemeja, satu T-shirt, dan satu outerwear.
Teks: Lunetta Maliha
Editor: Mardyana Ulva