
Ada hidangan yang mengingatkan kita pada rumah, keluarga, dan waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat. Berangkat dari gagasan tersebut, YOUNG Restaurant berkolaborasi dengan SU MA dalam edisi In Good Company pada 14 Oktober 2026. Bersama Chef Ryan Kim, jamuan satu malam ini menghadirkan menu khusus yang terinspirasi dari hidangan Korea sehari-hari yang biasa ia nikmati bersama keluarga dan teman.
Rangkaian menu tersebut mencakup hidangan kecil, kudapan, sajian panggang, nasi, hingga mi. Salah satu yang menarik perhatian adalah gamja-jeon, panekuk kentang khas Korea yang disajikan dengan topping tiram. Perpaduan ini menjadi contoh bagaimana hidangan yang akrab dapat memperoleh karakter baru melalui pendekatan yang berbeda.
Makanan Korea yang Berangkat dari Ingatan
Bagi Chef Ryan Kim, makanan tidak hanya berkaitan dengan teknik memasak, tetapi juga dengan pengalaman yang menyertainya. Inspirasi menu kolaborasi ini berasal dari hidangan sehari-hari yang dekat dengan kehidupannya. Melalui pilihan tersebut, ia membawa cita rasa Korea yang akrab ke dalam sebuah jamuan dengan pendekatan personal.
Pilihan menu memperlihatkan keragaman hidangan Korea, mulai dari mandu, pangsit berisi daging sapi, udang, dan soun, hingga yukhoe bibimbap, nasi campur khas Korea yang memadukan tartare MB9 dengan pir Korea, gochujang, dan sayuran. Meski menggunakan komposisi bahan yang berbeda, kedua hidangan tersebut tetap menampilkan kekayaan cita rasa dan tradisi kuliner Korea.
Gamja-jeon dan Tiram, Perpaduan yang Tak Biasa

Di antara pilihan yang ditawarkan, gamja-jeon menjadi salah satu sorotan. Panekuk kentang khas Korea ini mendapatkan sentuhan berbeda melalui tambahan tiram sebagai topping. Perpaduan tersebut mempertemukan sajian berbahan dasar kentang dengan hasil laut dalam satu hidangan.
Kehadiran tiram juga memberikan interpretasi tersendiri terhadap gamja-jeon yang dikenal sebagai hidangan berbahan dasar kentang. Alih-alih mengandalkan resep yang familiar saja, hidangan ini memperlihatkan bagaimana pemilihan bahan dapat membuka kemungkinan baru tanpa menghilangkan identitas sajian asalnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang mempertemukan latar belakang kuliner berbeda. Hidangan Korea tetap menjadi titik awal, sementara penambahan bahan menghadirkan sudut pandang baru dalam penyajiannya.
Dari Sajian Panggang hingga Penutup Manis

Rangkaian menu tidak berhenti pada kudapan dan hidangan nasi. Pilihan seperti gogi gui menghadirkan galbi dari potongan Stone Axe Zabuton MB9, dilengkapi pajeori dan ssam. Sementara itu, mulhoe memadukan irisan ikan shima aji, kuah chojang, mi somyeon, dan sayuran dalam satu sajian.
Untuk penutup, menu turut menampilkan daechu, kombinasi es krim jujube, beras renyah kedelai, dan granita susu. Pilihan ini memperlihatkan bahwa eksplorasi rasa juga hadir dalam hidangan manis, melalui perpaduan bahan dan tekstur yang beragam.
Kolaborasi YOUNG dan SU MA bersama Chef Ryan Kim memperlihatkan bahwa inovasi kuliner tidak selalu harus berangkat dari sesuatu yang sepenuhnya baru. Hidangan yang memiliki akar tradisi dan cerita personal juga dapat membuka ruang untuk interpretasi berbeda. Melalui gamja-jeon bertopping tiram dan rangkaian sajian Korea lainnya, kolaborasi ini mengangkat satu gagasan sederhana: cita rasa yang akrab tetap dapat menghadirkan kejutan ketika dipertemukan dengan perspektif baru.
Teks: Cut Rashya Z.L Shiddiqie
Editor: Akib Aryo Utomo

