STELLARISSA untuk DEWI Fashion Knights 2026: “Mother Earth”, Merayakan Keindahan dan Kerapuhan Alam

Terinspirasi dari perjalanan menjelajahi berbagai pulau di Indonesia, Stella Rissa menghadirkan MOTHER EARTH, sebuah presentasi couture yang mengolah lanskap alam dan kehidupan laut Nusantara ke dalam siluet skulptural, eksplorasi material, serta detail artistik.
4
Dipresentasikan di DEWI Fashion Knights 2026, rangkaian karya couture ini mengeksplorasi warna, tekstur, dan struktur organik melalui manipulasi kain serta detail eksperimental. Kolaborasi bersama Galuh Anindita dan MAHIJA memperluas presentasi ini menjadi dialog artistik tentang keindahan, perubahan, dan ingatan alam.

Bumi telah lama dipandang sebagai sumber kehidupan, tempat berbagai elemen alam saling terhubung dan membentuk keseimbangan yang menopang keberlangsungan makhluk hidup. Gagasan tersebut menjadi landasan “Mother Earth”, presentasi jenama STELLARISSA di DEWI Fashion Knights 2026. Melalui pertemuan antara mode, seni, perhiasan, dan aksesori, Stella mengajak audiens mengamati dua sisi alam sekaligus: kekayaan bentuk dan warnanya, serta kondisi rapuh yang perlu dijaga agar kehidupan dapat terus berlangsung.

Terinspirasi dari perjalanannya menjelajahi berbagai pulau di Indonesia, Stella menerjemahkan lanskap alam dan perairan Nusantara ke dalam rangkaian gaun dengan karakter couture. Warna, bentuk, serta struktur organik kehidupan laut diolah menjadi siluet skulptural dan permukaan busana yang kaya detail. Eksplorasi material turut menjadi bagian penting dalam proses penciptaannya. Silk chiffon, organdy, silk sateen, linen, hingga scuba crepe diolah melalui teknik manipulasi kain dan aplikasi ornamen yang eksperimental. Karakter material yang beragam kemudian dipertemukan dengan ciri khas couture STELLARISSA, menghasilkan busana yang memperlihatkan perpaduan antara kelembutan, ketelitian konstruksi, dan kekayaan detail alam.

Dimensi artistik presentasi ini diperluas melalui kolaborasi dengan seniman Galuh Anindita. Jika Stella menerjemahkan alam melalui siluet dan material busana, Galuh menghadirkan sudut pandang yang lebih kontemplatif tentang kehidupan, perubahan, serta jejak yang tertinggal ketika bentuk-bentuk yang dikenal mulai menghilang. Melalui topeng skulptural berbahan kulit sapi dan kuningan, ia mengeksplorasi bentuk organik melalui abstraksi, distorsi, dan permainan bayangan. Wujud yang familiar seolah muncul dan menghilang, menghadirkan refleksi tentang kerapuhan alam serta ingatan yang melekat pada setiap perubahan.

Advertisement

Karya-karya tersebut dilengkapi perhiasan dari MAHIJA, meliputi choker, kalung, anting, ear climber, gelang, hingga topeng skulptural berlapis emas dengan hiasan batu permata. Warna dan kilau batu mempertegas karakter bentuk yang dihadirkan Galuh, sekaligus membuka eksplorasi mengenai nilai, kerapuhan, dan jejak yang diwariskan lintas generasi. Sementara itu, alas kaki dari Rajnikania, lini dari Rajnik yang dirancang khusus oleh Stella, melengkapi keseluruhan tampilan.

Melalui MOTHER EARTH, Stella Rissa merangkai keindahan alam yang hadir secara nyata dengan ingatan tentang sesuatu yang perlahan dapat berubah atau menghilang. Di antara kelimpahan warna dan permainan bayangan, presentasi ini mengajak kita merenungkan apa yang telah diwariskan oleh alam, sekaligus menentukan apa yang perlu dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

***

Presentasi STELLARISSA dari perancang Stella Rissa ini menjadi bagian dari DEWI Fashion Knights 2026, perhelatan tahunan Majalah DEWI yang tahun ini menandai perjalanan 35 tahun dalam mendokumentasikan perkembangan gaya hidup, budaya, dan mode Indonesia. Diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia pada 2 November 2026 sebagai salah satu momen puncak sekaligus penutup Jakarta Fashion Week 2027, DFK menghadirkan lima desainer dan label terpilih melalui tiga format presentasi, yakni runway, pameran, dan living mannequin. Melalui kurasi tim editorial DEWI bersama panel pakar mode, perhelatan ini memberikan apresiasi kepada para ksatria mode Indonesia atas visi kreatif, keunggulan keterampilan, karakter estetika, serta kontribusi mereka bagi perkembangan industri mode nasional.

Previous Post
Major Force

DEWI Presents: Major Force Tampilkan Kurasi Unggulan Fashion Force di JFW 2027

Next Post
1

ANW untuk DEWI Fashion Knights 2026: Eksplorasi Cahaya, Refleksi, dan Bayangan

Advertisement
Sign in