Hindari Olahraga Berlebihan, Yuk Simak Solusinya agar Tubuh Tetap Bugar
Berolahraga rutin merupakan cara yang baik menjaga kebugaran tubuh. Tapi ingat olahraga yang belebihan pun tidak disarankan agar keseimbangan tubuh tetap terjaga.
3 Jul 2020




Seperti diungkapak pakar diet dan olahraga Chloe McLeod, dikutip dari Kompas.com, bahwa rutin olahraga membantu tubuh melepaskan hormon serotonin yang memicu rasa bahagia.

"Berolahraga dengan rutin juga baik untuk kesehatan jantung, membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan menyeimbangkan kadar gula dalam darah," ucapnya.

Seperti diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC), orang dewasa sebaiknya melakukan olahraga intensitas sedang atau tinggi sekitar lima jam dalam seminggu. Jika berolahraga olahraga melampaui jam tersebut bisa menimbulkan efek samping.

Untuk mendapatkan manfaat olahraga secara maksimal, orang dewasa rata-rata membutuhkan 2,5 hingga lima jam aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu. Jika ingin melakukan olahraga intensitas tinggi, durasi waktu yang dibutuhkan hanya 1,25 hingga 2,5 jam setiap minggu.

Berolahraga berlebih bisa menyebabkan mengalami sindrom overtraining yang ditandai dengan menurunnya kinerja fisik dalam olahraga meski terus melakukan peningkatan dalam aktivitas fisik.

Hal ini bisa meningkatkan detak jantung saat istirahat, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun drastis. Sindrom overtraining juga bisa mengalami kelelahan, nyeri otot dan sendi.

Selain itu, bisa juga mengalami sulit tidut atau bangun tidur dalam kondisi lelah. Bahkan, olahraga berlebihan juga bisa  sering jatuh sakit.

Dampak psikis Tak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, olahraga berlebihan juga bisa mempengaruhi kondisi psikis. Dikutip dari laman Livestrong, olahraga berlebihan bisa mengakibatkan perubahan suasana hati, bisa menjadi lebih mudah marah atau tidak lagi bergairah melalukan hal-hal yang disukai.  Bahkan juga bisa menganggu aspek lain seperti pendidikan dan olahraga.

Olahraga berlebihan juga bisa meningkatkan stres dan perubahan hormon. Kondisi ini juga bisa menurunkan kadar testosteron, yang bisa menganggu kesuburan. Untuk  mencegahnya, cara terbaik mencegah sindrom overtrainng adalah menetapkan jadwal olahraga dan memvariasikan rutinitas olahraga yang dilakukan, termasuk menetapkan jadwal khusus untuk beristirahat. (Orie Buchori)


 

 

Author

DEWI INDONESIA