Memahami Monetisasi Karya Lewat Persatuan Industri Seni dan Bisnis
Diskusi mengenai seni dan bisnis, dalam sebuah konferensi pers Show The Monster 2nd Annual Collection
20 Nov 2019


Konferensi pers Show The Monster 2nd Annual Collection, yang turut dihadiri oleh beberapa seniman, inisiator Show The Monster, serta CEO GoWork.


Seni dan Bisnis, seringkali kita mendengarnya dalam pembahasan yang terpisah atau beberapa kelompok masyarakat menganggap kedua industri tersebut tidak bisa digabungkan.

Seni yang hadir secara abstrak, sebetulnya ditopang keberlanjutannya lewat monetisasi sebuah karya. Istilah ini mungkin tidak asing lagi, tetapi masih banyak para seniman yang merasakan kesulitan dalam memonetisasi hasil karyanya. 

Dalam acara konferensi pers pembukaan ekshibisi Show The Monster 2nd Collection di GoWork Plaza Indonesia, Tonny Hanggoro dari Ciayo Comics turut mengakui bahwa masih banyak seniman yang kesulitan untuk memonetisasi karya mereka.

“Cara untuk memonetisasi itu yang sulit. Padahal dari sana, dapat melihat apakah seniman tersebut dapat bertahan atau tidak. Makanya, ada topangan bisnis. Seni dan bisnis itu tidak bisa dipisahkan,” ungkap Tonny. “Art dan business itu satu. Kita sering mengenalnya dengan the art of business.

Istilah the art of business sudah sering terdengar. Mencakup bagaimana sebetulnya seni merupakan sebuah produk yang punya nilai jual dan dapat memberi dukungan baik secara finansial maupun mental pada sang pembuat karya—maupun yang kita sebut sebagai seniman.

Sebagai salah satu penyedia ruang kreatif yang mengusung fleksibilitas, Vanessa Hendriadi selaku CEO dan Co-Founder dari GoWork mengungkapkan bahwa di era saat ini memang pembawaan bisnis dan seni harus berdampingan. “Saya setuju sekali dengan bisnis dan seni itu harus hand-in-hand, tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” bukanya.

Vanessa menambahkan bahwa harapannya terhadap pemerintah sekarang, untuk dapat membantu dan membuat wadah bagi para pekerja kreatif lebih banyak lagi. “Saya melihat sepertinya lebih terbuka. Kami, sebagai para pelaku bisnis dan untuk seniman juga, akan lebih dipermudah dengan adanya wadah-wadah baru untuk segala industri,” tambah Vanessa.

Kolaborasi korporat dengan seniman, seperti halnya GoWork dengan Show The Monster, merupakan awal dari ragam kerja sama berikutnya yang melibatkan para seniman untuk menopang dan mengembangkan sebuah bisnis. (FH)



 


Topic

Art and Culture

Author

DEWI INDONESIA