Refleksi Pandemi Pelukis Hanafi
Pelukis Hanafi membuka pameran anyarnya sebagai respons terhadap pandemi
15 Jul 2020


1 / 4

Bertajuk 60 Tahun dalam Studio, Hanafi menggelar pameran sebagai responsnya terhadap pandemi. Pameran ini bukan hanya hasil cerminannya terhadap sekeliling, melainkan pula pada dirinya sendiri. “Setiap karya seni itu ada objeknya, dan kali ini objeknya adalah diri kita sendiri.”

Maka ia melukiskan apa-apa yang ia rasakan dan hal-hal yang ia lihat di lingkungan sekitar beberapa bulan belakangan. Aturan pemerintah, respons masyarakat, serta keterkekangan yang ia rasakan, semua tercurahkan dalam karya-karya yang dipamerkan di Galeri Kertas pada 5 Juli - 5 Agustus 2020.

Tentang keterkekangannya, hal ini muncul dengan amat harafiah lewat ikon roller yang secara konstan muncul dalam pameran ini. “Roller itu alat yang biasa saya pakai untuk membuat lukisan besar, tapi sekarang untuk pameran ini alat itu tidak digunakan sama sekali. Itu semacam jadi gambaran ketertekanan saya,” jelas Hanafi di galerinya, Senin 13 Juli 2020.

Model pameran konvensional dipilih Hanafi bukan tanpa alasan. Baginya ada hal yang akan tetap dirindukan dari model pameran konvensional, ketimbang pameran virtual. Misalnya, interaksi antarpengunjung serta koneksi langsung antara pengunjung dan karya. Kedua hal ini yang coba dipertahankan Hanafi lewat pameran terbarunya. Tentu dengan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan.

 


Tantangan Baru
Berkarya dan menggelar pameran di realitas baru setelah pandemi jelas memberikan tantangan baru bagi Hanafi. Bukan hanya soal prosedur kesehatan baru yang harus diterapkan di pameran fisiknya. Melainkan juga bagaimana situasi sekarang mendorong ia bekerja dengan alat yang “seadanya”.

“Dengan situasi sekarang, toko-toko cat tutup sehingga saya mesti bersiasat dengan alat yang ada,” jelas seniman berusia 60 tahun itu. Tidak berhenti sampai di situ, Hanafi juga merasa pameran ini memaksanya melatih kembali motorik-motorik halusnya sebagai seniman.

Jika sebelumnya ia terbiasa membuat lukisan-lukisan berskala besar, kini motorik halusnya ia asah kembali saat membuat karya dengan ukuran-ukuran kecil. Tujuannya demi menampilkan detil-detil halus agar karya yang dipamerkan tetap memiliki kedalaman dan tak dibuat sembarangan. (SIR). Foto: Dok. Studio Hanafi.




 

 


Topic

Art and Culture

Author

DEWI INDONESIA